Berita

Berita Pameran HSN 2018

Kitab Karya Ulama Nusantara Menghiasi Pameran Hari Santri Nasional (HSN) 2018

Admin MSN | Kamis, 18 Oktober 2018 - 21:43:57 WIB | dibaca: 146 pembaca

Oleh : Rifa’atul Mahmudah
“Pulang” menjadi tajuk pada pameran sorban dan pegon Kiai di Hari Santri Nasional (HSN) 2018  di Yogyakarta. Berbagai rangkaian acara diselenggarakan di lapangan Ali Maksum selama tiga hari yaitu pada 10-12 Oktober 2018 termasuk pameran sorban dan pegon Kiai. Menurut A. Anzieb selaku kurator membaca “pulang” tidak hanya bermakna secara harfiah melainkan memiliki pengertian yang luas yaitu pulang yang normatif, pulang yang imajinatif, dan pulang spiritual. Menurut kurator yang juga mengkurasi pameran “Matja” pada muktamar ke-33 NU di kota yang sama ini, bahwa esensi pulang dalam ajaran Islam adalah tegak lurus antara ujung lidah dan hati.
Pameran bertajuk pulang ini menampilkan berbagai karya seperti lukisan, manuskrip, dan kitab ulama nusantara. Karya-karya seni lukis yang dipamerkan berasal dari beberapa daerah diantaranya lukisan Gus Mus “Sendiri”, lukisan Nasirun “Islam Nusantara”, lukisan Robert Nasrullah “Rahmat”, lukisan Lestiyono “Merawat Rindu”, KH. Akhmad Zabidi, Anusapati, Awalludin GD., Mualif, Anggar Prasetyo, Alwy Atsgaf, Basrizal Albara, Bob Yudhita Agung, Bryan Ikhsan, Dedi Sufriadi, dan lain sebagainya.
Sedangkan manuskrip karya ulama’ nusantara diantaranya adalah dari koleksi Komunitas Pegon Banyuwangi seperti Bagan Aqaid Seket karya KH. Saleh Syamsudin, Penyirep Gemuruh satu-satunya karya KH. Wahab Hasbullah yg ditulis pada 1922, manuskrip Doa Khotamul Hawajim oleh Kiai Abdurrahman Banyuwangi pada 1902, manuskrip Minhajut Dzawin Nadzar karya Syekh Mahfudz Tremas yang disalin oleh santrinya asal banyuwangi KH. Abdullah Faqih Cemoro.
Kitab-kitab karya ulama nusantara diantaranya adalah karya-karya Al-‘Alim Al-Allamah Asy-Syaikh Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani al-Jawi atau lebih dikenal dengan Mbah Sholeh Darat yang menggunakan bahasa Jawa (pegon). Menurut Alwi salah satu panitia bagian artistik menyatakan, “kebanyakan kitab Mbah Sholeh Darat bermuatan tasawuf” diantaranya adalah Tafsir Faidurrohman, Majmuat Al-Syarifah Al-Kafiyah lil ‘Awam, Manasik Al-Hajj wa Al-‘Umrah wa Adab Al-Ziaroh li Sayyis Al-Mursalin Shalla Allah ‘Alaihi wa Sallama, Kitab Munjiyat, Kitab Al-Mursyid Al-Wajiz fi ‘Ilm Al-Qur’an Al-‘Aziz, Kitab Lathaif Al-Thaharah wa Asrar Al-Sholat, Kitab Alfiyah Al-Tauhid, Kitab Fasholatan,  Minhajul Atqiya’ fi Syarh Ma’rifat Al-Adzkiya’, Mashalah Al-Islamiyah, Syarah Al-Burdah, Matn Al-Hikam, Syarah Barzanji (khusus penjelasan isra’ mi’raj).
“Majmuat Al-Syarifah Al-Kafiyah lil ‘Awam di dalamnya ada salah satu bab yang mengatur kiprah perempuan sehingga disinyalir menjadi sumber ide kartini dalam membangun feminisme”, tutur Alwi kepada penulis. “Di Semarang itu ada jamaah namanya Kopisoda (Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat) yang semua telah mengkaji kitab Mbah Sholeh Darat kecuali Minhajul Atiya’ karena tidak ada yang berani mengkaji, di pembukaan kitab dijelaskan bahwa kalau tidak bisa mengamalkan berarti berdosa besar kepadaku (Mbah Sholeh Darat)”, pungkasnya.
Selain kitab-kitab Mbah Sholeh Darat terdapat pula kitab Al-Mashabih Al-Nuroniyah fi Nadhm Al-Ahadits Al-Qur’aniyah karya KH. Abdullah Umar Fadlullah Aminuddin dari Kauman Semarang tentang ilmu tajwid, Kifayat Al-Mubtadi’in fi ‘Ibadati Rabbil ‘Alamin karya Raden H. Muhammad Mukhtar ibn Raden Natanegara kitab ini ditulis di Mekkah dengan menggunakan bahasa Sunda aksara Arab (pegon Sunda) tentang ilmu tauhid (teologi), ilmu fikih, dan tasawuf. Kitab Al-Ad’iyah wa Al-Fawaid karya KH. Abdullah bin Salim Kauman Semarang, kitab Rahmatul Mannan terjemah dari Wasilatul Wildan diterjemah oleh KH. Misbah Mustafa Bangilan Tuban, kitab Fasholatan karya KHR. Asnawi Kudus, kitab Kifayatul Ghulam fi Maa Yajibu ‘Alaihi minal Ahkam karya Syeikh Mahmud Mukhtar AL-Bode, Plumbon Cirebon, kitab Risalah Dua Ilmu (dengan aksara Arab) karya Habib Ustman Abdullah bin Aqil bin Yahya Al-Alawi atau lebih dikenal dengan Habib Ustman bin Yahya, mufti dari Betawi, Kitabun Nikah karya Syeikh Arsyad Al-Banjari Kalimantan Selatan.  
 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)