Pesantren

Adat Pernikahan Jawa dalam Persepektif Ushul Fiqih

Admin MSN | Minggu, 15 April 2018 - 08:03:18 WIB | dibaca: 175 pembaca


Oleh : Faiqotul Mufida

Mahasiswi PAI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

 

Indonesia memiliki beragam kultur sosial yang tersebar di berbagai penjuru wilayah nusa. Salah satu wujud keindahan itu ialah nuansa keharmonisan, keragaman budaya dan keguyuban yang dihiasi dengan toleransi. Budaya jawa merupakan satu dari sekian kekayaan yang dimiliki Indonesia. Di dalamnya memuat tradisi mengenai nilai-nilai luhur dan dijadikan ciri khas bagi lapisan masyarakat Jawa. Dalam tradisi masyarakat jawa terdapat makna filosofis yang ditinggalkan para leluhur. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kuno ketika masyarakat Jawa masih menganut paham animisme-dinamisme.

Salah satu dari social culture masyarakat Jawa ialah berlangsungnya pernikahan yang dilaksanakan sebelum prosesi upacara, sang pengantin dipingit selama tujuh hari. Asal makna dipingit berasal dari kata nyantri/santri. Kata ini semakna dengan sastra dalam dunia klasisme jawa yakni tentang baik-buruk dan hukum sebab-akibat. Fase menyantri dilukiskan sebagai fase menahan diri dari hawa nafsu sekaligus masa pensucian hati. Lalu melakukan keramas dengan campuran ramuan air kembang guna memberi penghormatan pada ayah bunda. Ketika menjelang malam midodareni, sang pengantin harus membasuh kaki ibunya dengan astha brana mandalika antara lain: akar yang bergetah, lumpur basar, biji-bijian, bunga, batu kapur, batu merah, manik-manik, dan air embun malam. Kedelapan komponen astha brana mandalika itu meginterpretasikan makna bersahaja sekaligus sebagai simbol telapak kesemestaan yang dipantulkan oleh benda-benda tersebut. 

Momen prosesi yang ditunggu ialah pada saat pelemparan bunga dan menginjak telur. Kuning telur melambangkan pria, sedangkan putih telur melambangkan wanita. Kemudian jemari kaki sang pengantin pria yang berlumur telur dibersihkan oleh sang pengantin wanita dengan air harum yang ditaburi beragam bunga. Makna filosofis yang terkandung dalam proses tersebut mengidentifikasikan bahwa sang pengantin wanita menyadari akan pentingnya memulikan telapak sang pria. Telapak suami laksana dewa kamajaya bagi istirnya, melalui cinta yang diberi. Sedang sang istri laksana dewi kamaratih sebagai pemelihara asmara suci dalam mahligai rumah tangga.

Pandangan Islam mengenai proses pernikahan masyarakat jawa dapat ditinjau dari prespektif ushul fiqih yakni dalam segi ‘urf  (adat istiadat). Perspektif ini memiliki kontribusi terhadap budaya leluhur yang masih harum dirasakan. Menurut al-Suyuti dalam kitab  al-asybah wa al-Nazhair, terdapat perbedaan antar adat dan ‘urf. Adat dan ‘urf dalam kandungan arti memiliki persamaan yaitu kebiasaan. Namun pada esensi maknanya mempunyai sisi perbedaan yang signifikan. Terlihat pada pengertian adat ialah kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Kebiasaan ini dikenal oleh daerah tertentu namun merucut pada sisi positif dan negatif. Selain itu, ‘urf dalam pandangan al-Suyuti ialah kebiasaan berulang kali dilakukan serta dikenal secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat, dengan memegang pondasi kemaslahatan. Terlihat pada hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud yang dikeluarkan imam Ahmad dalam musnadnya: ماَ رَأَهُ الْمُسْلِمُوْ نَ حِيْنَا فَهُوَعِنْدَ اللَّه حَسَنٌ Artinya, “Apa-apa yang dilihat oleh umat Islam sebagai suatu yang baik, maka yang demikian di sisi Allah adalah baik.” Dalam ringkas kata, adat adalah suatu kebiasaan yang bisa diterima oleh kalangan tertentu. Sedang ‘urf kebiasan yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa peristiwa yang terjadi pada masyarakat jawa dengan menjunjung tinggi nilai keluhuran  dan kebajikan merupakan sebuah adat. Adat yang mendarah daging dari nenek moyang hingga saat ini. Dikatakan ‘urf tak lain peristiwa yang tersorot pada seluruh masyarakat. Misalnya megadakan acara halal bihalal saat hari raya, memberikan suatu reward sebagai suatu prestasi dsb.(*Tri Efi)

 

           

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)