Berita

AL-HIKAM : Pesantren Mahasiswa Nan Ilmiah

Admin MSN | Minggu, 23 Juli 2017 - 16:46:25 WIB | dibaca: 64 pembaca

 

Pondok pesantren mahasiswa Al-hikam secara resmi dirintis dan dirikan oleh KH. Ahmad Hasyim Muzadi pada tahun 1991, namun persiapan pembangunan sudah jauh sebelumnya, dengan telebih dahulu mendirikan masjid Al-Ghazali di kawasan Cenger Ayam.


Keberadaan Pesantren Mahasiswa tak lepas dari keingingan Kyai Hasyim Muzadi agar mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi juga mempunyai pengalaman menjadi santri. Sehingga agama tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi agama menjadi praktek hidup keseharian. Agama juga menjadi bingkai pemikiran, sehingga mahasiswa yang nantinya akan menjadi sarjana itu bisa menghubungkan antara agama dan ilmu pengetahuan menjadi bekal dalam kehidupan yang akan dijalani di dalam masyarakat. Hal ini dilihat menjadi kebutuhan yang nyata yang mendesak saat ini, sehingga apa yang ada di dalam pesantren ini keseluruhannya diniatkan upaya fasititasi agar para santri yang juga mahasiswa ini mempunyai amaliah agama (amaliah akhirat) dalam pengertian amal ilmiah dan ilmu amaliah. “Agama harus diamalkan, amal harus diilmui berdasarkan  hati termasuk    amal ilmiah, lalu para santri juga harus mempunyai prestasi ilmiah” jelas Ustadz M. Nafi’ selaku wakil pengasuh PP Al-Hikam Malang.


“Pengalaman kita membuktikan bahwa anak-anak yang dalam tumbuh kembang masa kemahasiswaannya itu mempunyai etos amaliah agama yang baik dan prestasi ilmiah yang baik yang secara mental dia akan siap menghadapi dinamika bahkan kerasnya kehidupan nantinya.” Tambahnya. Sehingga upaya-upaya iktiyar yang dilakukan di pesantren ini keseluruhannya  dimaksudkan dan diniatkan sebagai upaya-upaya fasilitasi agar masing-masing santri yang juga mahasiswa ini mempunyai amaliah agama yang baik, mempunyai prestasi ilmiah yang baik dan  pada saatnya dia mempunyai kesiapan hidup yang baik. Harapan lulusan PP Al-Hikam ini nantinya dapat berguna bagi dirinya, berguna bagi keluarganya, berguna bagi agama nusa dan bangsanya.


Pada tahun 2016 ini jumlah santrinya yaitu skitar 200 orang. Ponpes Al-Hikam ini hanya khusus untuk mahasiswa laki-laki. Lama waktu untuk belajar di pondok sesuai dengan masa kuliah yaitu 4 tahun, jika ada yang lebih dari itu juga tetap diperbolehkan. Sistem pengajaran di Al-Hikam yaitu ada yang langsung diterangkan oleh ustadz, ada juga yang sistemnya dibacakan dan diterangkan oleh santri kemudian diterangkan oleh ustadz (sistem ini khusus kitab mursyidul amin / ringkasan kitab ihya’ ulumuddiin). Kemudian ada juga sistem yang santrinya membaca, menterjemahkan sekaligus menerangkan isinya, lalu dibenarkan atau diperjelas oleh ustadz. Ada juga sistem sorogan pada pelatihan baca kitab bagi santri yang belum lancar membaca kitab. Kitab-kitab yang dipelajari yaitu Tafsir Jalalen, Attadzhib, Ta’lim, Muhtarol Hadist, Mursyidul amin, Amsilati, dan Alwajiz. Wallohu a’lam.


Oleh: Siti Alimatul

 










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)