Opini

Berlangganan Olshop Boleh, Tertipu Jangan

Admin MSN | Senin, 07 Mei 2018 - 23:06:34 WIB | dibaca: 93 pembaca

Gambar diambil dari google

Oleh: Fatikha Azizatul Ilma (Mahasiswa S1 PAI UIN Maliki Malang)

Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hasrat untuk mencapai apa yang diinginkannya dan dibutuhkannya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan interaksi dengan orang lain agar dapat saling memenuhi kebutuhan. Hal tersebut dapat berakibat munculnya transaksi ekonomi atau yang biasa kita sebut jual beli.

Pada era sekarang, kita tidak asing lagi dengan kata jual beli online atau biasa kita sebut olshop. Disitu terdapat banyak barang yang diperjual belikan, seperti pakaian, sepatu, kosmetik, aksesoris, barang rumah tangga dan masih banyak lagi. Tak jarang seseorang memanfaatkan fasilitas olshop ini karena mudah dan praktis. Untuk penjual, mereka cukup mengunggah barang yang dijualnya di akun olshop mereka dan bisa dilakukan dimana pun mereka berada. Biasanya disertai dengan keterangan detail barang, kualitas dan harganya.  Tetapi, ada juga yang mereka hanya memberikan keterangan barang dan harganya saja. Sementara si pembeli hanya mengakses barang yang ingin dibeli dan membayar lewat transfer di bank atau lewat m-banking kemudian menunggu barang dikirim ke rumahnya.

Dalam hal ini, tak sedikit juga yang merasa tidak nyaman dengan fasilitas tersebut. Kebanyakan mereka kecewa akan barang yang dibelinya, karena terkadang ada cacat fisik, tidak sesuai gambar, tidak sesuai keterangan yang diberikan dan sebagainya. Ada juga yang berfikir barang yang dijual itu asal usulnya darimana, apakah di dapatkan secara baik-baik atau dengan tindakan buruk. Lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut?

Dalam Islam sudah diatur tentang aturan jual beli yang baik agar jual beli tersebut memberikan kemaslahatan dan tidak terjadi kemudharatan atau berdampak buruk dari transaksi yang dilakukan. Adapun syarat-syarat jual beli menurut Islam yaitu:

1.             Transaksi tersebut dilakukan dengan ridha dan sukarela

2.             Barang yang diperjualbelikan bukan milik orang lain

3.             Larangan jual beli hasaath

4.             Menjelaskan cacat barang

Sebagai manusia yang bijak, sebelum melakukan tindakan kita hendaknya mengetahui asal usulnya terlebih dahulu. Dalam hal jual beli ini, sebelum melakukan transaksi sebaiknya kita melihat dulu bagaimana barang itu diperoleh. Lalu kita juga harus melihat detail keterangan yang dituliskan oleh penjual dengan seksama, apakah memang barang yang masih baru atau barang yang sudah sempat dipakai. Selain itu kita juga hendaknya melihat testimoni-testimoni atau tanggapan pembeli lain yang sekiranya dapat kita jadikan acuan untuk membeli barang.

Yang menjadi titik permasalahan ketika melakukan jual beli tersebut, sebagian orang merasa barang yang diterimanya tidak sesuai, atau dengan kata lain mereka tidak ridha atas kerusakan barang yang diterimanya. Sebaiknya sebelum membeli sebuah barang, orang tersebut hendaknya benar-benar sudah ridha dan sukarela atas barang yang akan diterimanya nanti serta adanya kesepakatan antara dirinya dengan penjual. Karena ada beberapa penjual yang bersepakat menjamin kualitas barangnya. Jika ada barang yang sampai tidak sesuai dengan yang dipesan maka boleh dikembalikan. Sedangkan jika tidak adanya kesepakatan dari penjual untuk mengembalikan barang yang ada cacat fisiknya, maka si pembeli hendaklah ridha menerima barang yang sudah diterimanya tersebut.

Sikap tersebut selaras dengan salah satu kaidah ushul fiqh yang berbunyi:

الرضى بالشيء رضى بما يتولد منه

"ridha akan sesuatu sama halnya ridha terhadap apa-apa yang dihasilkannya”

Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial yang haus akan kebutuhan dan keinginan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari marilah kita memperhatikan rambu-rambu yang sudah diatur agar hidup kita senantiasa damai, nyaman, tenang dan sejahtera. Karena untuk apa kita hidup terfasilitasi namun dalam hatinya selalu menyimpan perasaan tidak tenang atau resah. Wallahu A’lam.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)