Berita

Dosen UB Bekali Santri dan Aktivis MediasantriNU dengan Ilmu Branding

Admin MSN | Kamis, 17 Mei 2018 - 14:59:30 WIB | dibaca: 177 pembaca

MALANG(Mediasantrinu.com)- Perkembangan teknologi disertai internet yang mudah dijangkau menuntut komunitas santri lebih aktif. Di era yang serba pesat dan instan ini, santri dituntut tidak hanya konsumtif, namun harus lebih produktif.

Era milenial didominasi oleh kaum muda yang kaya akan ilmu pengetahuan dan kreativitas. Santri yang masih mondok selain mengaji juga harus dibekali ilmu keterampilan sehingga mampu bersaing dengan pemuda lain yang tidak mengenal bangku pondok. Mediasantrinu salah satu Badan Otonom (BANOM) Pondok Pesantren Sabilurrosyad, terus mengajak kaum santri aktif dalam berkarya tulis dan bersama melatih diri menumbuhkan jiwa wirausaha.

Selain menjadi pegiat literasi, Mediasantrinu terus berbenah diri dalam upaya meningkatkan profesionalisme media kreatif. Dengan mengikuti acara Ngaji Branding, diharapkan para santri khususnya aktivis mediasantrinu akan tumbuh jiwa wirausahanya.

Antusias santri dan aktivis mediasantrinu mengikuti acara terkait ilmu branding sangat terlihat dari wajah serius mereka mengikuti keseluruhan acara. yang bertempat di serambi Masjid Nur Ahmad, Pondok Pesantren Sabilurrosyad. Ngaji Branding dilaksanakan 10 mei 2018 dengan menghadirkan narasumber bapak Dr. Bambang Dwi Prasetyo, S.Sos, M.Si, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijawa.

“Ilmu branding saat ini menjadi sangat urgent, karena masyarakat saat ini semakin kompetitif. Sehingga ketika kita tidak terlibat di dalam kompetisi, maka usaha kita akan ditinggalkan,Jelas Dr. Bambang, Kepala Program Studi S3 Ilmu Sosiologi Universitas Brawijaya

Dalam acara ini santri sekaligus aktivis Mediasantrinu dibekali dengan teori dan diajak menganalisa, apakah usaha Mediasantrinu sudah menggunakan strategi branding. Pemahaman atas kebutuhan informasi seperti apa yang dibutuhkan konsumen, menjadi modal agar karya yang dibuat dapat diterima oleh pasar.

Menurut Dr. Bambang yang aktif di kepengurusan Aspikom, dalam mem-branding produk pertama-pertama harus melakukan riset untuk mencari sesuatu yang berbeda dari pesaing yang lain. Selain itu, ketika produk sudah dipasarkan, pelaku usaha harus senantiasa berinovasi agar terjalin relevansi antara kebutuhan pasar dan produk yang dihasilkan.

Kegiatan positif seperti ngaji branding jangan sampai hanya menjadi wawasan tanpa tindakan. Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, namun juga tempat mengasah kemampuan berkarya. Dengan begitu, jargon santri preuner benar–benar terealisasi dengan ikut berperan dalam persaingan ide dan karya enterpreuner muda.

Selain itu, santri harus melek ilmu pengetahuan di luar ilmu spiritual yang terus diajarkan di pondok pesantren. Diharapkan ketika selesai masa mondok santri dapat berdikari dan memulai berwirausaha sendiri dengan bekal ilmu yang didapat, salah satunya strategi branding. (aghw)

Editor: Siti Zamroh










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)