Opini

Fenomena Terorisme Surabaya 2018 (Peran wanita dalam keluarga teroris)

Admin MSN | Sabtu, 19 Mei 2018 - 10:16:36 WIB | dibaca: 205 pembaca

Gambar diambil dari google

Sejak  hari Minggu (13/5) Indonesia digemparkan oleh teror bom khususnya masyarakat Surabaya, Jawa Timur yang terjadi di 3 gereja Surabaya sekaligus, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indoensia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Terduga pelakunya adalah satu keluarga yang dipimpin oleh seorang ayah bernama Dita Oepriarto. Dita merupakan ketua JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Surabaya. Berikutnya tersangka ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo dan Polrestabes Surabaya juga merupakan keluarga dimana kepala keluarganya merupakan anggota JAD.

   

Aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga merupakan fenomena baru. Sebelumnya, aksi ini dilakukan oleh individu terutama laki-laki. Pemerhati isu gender dan radikalisme, Ibu Lies Marcoes menyatakan bahwa pola yang berubah kali ini adalah peralihan dari laki-laki ke wanita. Menurut direktur Rumah Bersama ini pelibatan keluarga dalam aksi teroris dapat dideteksi melalui perpindahan dari Indonesia ke Syuriah. Menurut Tito Karnavian, apabila aksi dilakukan oleh laki-laki memiliki potensi tinggi untuk dicurigai aparat.

   

Dapat dikatakan aksi bom bunuh diri kali ini merupakan aksi pertama yang melibatkan perempuan dan berhasil. Sebelumnya seorang wanita pelaku bom bunuh diri yang ingin menyerang istana negara berhasil dihentikan. Fenomena lain yang sangat berbeda dari sebelumnya adalah pelibatan anak dalam aksi yang disebut jihad. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki peran penting dalam menanamkan doktrin pada anak tentang radikalisme.

   

Pada tulisan Achmad Faizal dalam at Melborne (26 November 2015) "Why do women joint radical groups", dibahas tentang keterlibatan perempuan dalam kelompok teroris. Pertama, wanita berperan sebagai penerjemah langsung dari konsep jihad dalam teori dan diubah menjadi praktik. Teori jihad ini didapatkan dari pengajian kelompok-kelompok radikal. Jihad besar dilakukan dengan maju ke medan perang kemudian yang gugur dianggap sebagai syahid, menerut golongan mereka. Terdapat pemilahan gender dalam kelompok ini sehingga hanya kaum laki-laki yang pantas untuk melakukan jihad tersebut. Sedangkan kaum wanita memiliki kesempatan untuk melakukan jihad kecil yaitu dengan menyiapkan suami dan anak-anak mereka untuk maju ke medan tenpur. Selain itu, peran wanita untuk memiliki anak sebanyak-banyaknya terutama anak laki-laki juga termasuk jihad. Anak laki-laki diharapkan akan menjadi jundullah atau tentara Allah. Peran wanita yang ketiga, wanita berkorban, termasuk berkorban jiwa dan raga yakni suami dan anak laki-lakinya. Sikap ikhlas inilah yang menjadi idaman bagi laki-laki kaum radikal.

   

Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, sehingga perempunlah yang memiliki peluang besar untuk melakukan jihad kecil dalam lingkup keluarga. Tentu, jihad semacam ini dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

   

Melihat fakta ini, wanita tidak lagi berperan sebagai pendukung, melainkan dapat dikatakan sebagai pelaku utama. Wanita yang juga memiliki peran ganda yakni sebagai istri dan ibu, dapat menguatkan suaminya dalam melancarkan aksi yang dianggap sebagai jihad, juga mendidik anak-anaknya untuk ikut dalam gerakan radikal melalui penanaman doktrin-doktrin dalam kehidupan sehari-hari

   

Lalu bagaimana hukum melibatkan anak dalam gerakan radikal? Berkaca pada kejadian bom Surabaya yang baru saja terjadi, anak-anak yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri merupakan korban walaupun anak sebagai pelaku aktif aksi ini. Perbuatan anak yang menyimpang tentu dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan dan didikan orang tua yang salah. Pelibatan anak dalam tindakan teroris jelas bertentangan dengan Undang-undang perlindungan anak. Anak-anak tidak sepatutnya dilibatkan dalam tindak kekerasan apapun.

 

Fenomena ini dapat dijadikan pelajaran bagi para orang tua untuk senantiasa memberikan didikan yang tepat bagi anak. (Titis Rahmawati)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)