Berita

Geber Madrasah Amil, NU Banyuwangi Fokus Pada Kemandirian Umat

Admin MSN | Selasa, 16 Oktober 2018 - 01:08:10 WIB | dibaca: 20 pembaca

Setelah menggelar Madrasah Amil di MWC NU Muncar (16/9) dan Cluring (23/9), PC LAZISNU Banyuwangi terus menggeber program yang sama kepada Pengurus MWC NU Kalibaru hari ini (30/9).


Ketua Tanfidziah MWC NU Kalibaru KH. Hasyim Asy'ari mengungkapkan mengucapkan terima kasih kepada pengurus LAZISNU yang terus bergerak melalukan pengkaderan hingga ke tingkatan kecamatan, sehingga nantinya diharapkan bisa terus di lanjutkan sampai ke tingkat anak ranting.

"Ini adalah ikhtiar Nahdlatul Ulama agar selalu hadir di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Hari ini, lanjut Hasyim, LAZISNU memiliki peran yang sangat penting, contohnya saja ketika pengumpulan dana bantuan kepada korban gempa lombok, apalagi sekarang ini ada peristiwa lagi musibah gempa dan tsunami Palu.

"Dengan adanya acara ini, melalui LAZISNU mari kita bersama-sama kita giatkan gerakan kemandirian umat bersama Nahdlatul Ulama, salah satu caranya dengan koin peduli umat," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua PC LAZISNU Banyuwangi Irfan Afandi mengungkapkan dengan acaranya ini diharapkan semua yang hadir bisa menjadi penggerak zakat. Bahkan, jika belum nishob, kita gerakkan lagi belajar zakat sebelum nishob semata-semata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Mudah-mudahan dengan terselenggaranya acara ini kita bisa belajar zakat bahkan sebelum nishob," tutur pria yang juga Wakil Rektor I IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi ini.

Selanjutnya, Katib Syuriah PCNU Banyuwangi Kyai Sunandi menambahkan bahwa LAZISNU khususnya di Banyuwangi menjadi etalase utama program-program NU di Banyuwangi.

"Mengapa harus ada Madrasah Amil? agar ada pejuang-pejuang yang bisa menggerakkan di tataran sampai anak ranting. Tapi catatannya adalah semua penggerak tidak ada gaji. Apakah Anda siap?," tanyanya disambut tawa puluhan peserta.

PCNU Banyuwangi hari ini, lanjut kyai lulusan PP Lirboyo ini mengatakan harus bisa fokus pada program-program keumatan. 

"Sekarang melalui LAZISNU kita niati menjadi santrinya Mbah Hasyim Asy'ari," tutupnya. (Muhammad Faishol)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)