Opini

Gerak Santri Milenial Versi KH Marzuki Mustamar

Admin MSN | Rabu, 06 Juni 2018 - 20:22:18 WIB | dibaca: 183 pembaca

 

Oleh : Nova Putri Diana

Dahulu santri dikenal sebatas mumpuni pengetahuan agama saja. Permasalahan terkait keagamaan santri dianggap ahli dalam penyelesaiannya, namun nol besar mengenai masalah pengetahuan umumnya. Dahulu muncul anggapan bahwa santri hanya mampu untuk bergerak di dalam pesantren saja.

Anggapan di atas kini sudah tidak berlaku lagi. Seiring berkembangnnya zaman santri sudah mampu tampil aktif di era global yang hiperkompetitif. Kini santri sudah melek peradaban, banyak dari kalangan santri yang mampu menduduki kursi birokrasi penggerak negera. Selepas menuntut ilmu agama, santri mampu menjadi pribadi yang tidak hanya kuat dalam ranah spiritualitasnya saja, namun juga pengetahuan dan kemampuan untuk tampil di masyarakat luas. Bisa dikatakan santri itu paket komplet, pintar dagang, pintar ngaji, dan pintar pengetahuan umumnya.

“Santri itu harus memiliki sifat selalu ingin maju, progresif, aktif dan agresif,” ucap KH Marzuki Mustamar ketika ngaji Taisirul Kholaq beberapa waktu lalu.

Santri dilatih untuk memiliki pemikiran ke depan, terus maju dan progresif, memiliki pemikiran yang terus kedepan, serta menjadikan masa lalu sebagai pengalaman dan pembelajaran. Santri juga dilatih untuk selalu tampil aktif dan agresif, peka terhadap lingkungan dan kondisi sosial sekitar, serta tanggap terhadap hal-hal yang membutuhkan peran santri didalamnya.

Ojo mung nerimo ing pandum (jangan hanya asal nerima begitu saja)”. Tambah KH. Marzuki Mustamar.

Santri tidak boleh asal pasrah saja, namun harus diikuti dengan usaha keras. Sifat menerima tanpa ada usaha untuk memastikan inilah yang menjadi penyebab hilangnya peradaban islam. Dalam menerima ataupun memutuskan harus dipastikan dahulu mengenai kebenaran dari berita terkait.

Di era digital yang semakin berkembang muncul peradaban milenial. Dalam hal ini peran santri sangat dibutuhkan untuk mengubah paham milenial menjadi paham yang bermanfaat. Santri diharapkan dapat mendominasi peradaban islam dunia, bukan malah didominasi. Santri juga harus menjadi warna tersendiri dalam sejarah islam, bukan malah diwarnai oleh paham-paham yang tidak sesuai syari’at islam.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)