Berita

HBH 2016: Ribuan Jamaah dan Para Ulama Membanjiri Kediaman "SINGA NU"

Admin MSN | Minggu, 23 Juli 2017 - 16:51:53 WIB | dibaca: 95 pembaca

(Fotografer: Syifaul Hamdi)


(23/8) MSN – Agenda akbar Pondok Pesantren Sabilurrosyad yang berlangsung pada kemarin Senin (22/08) berjalan lancar. Pesona KH. Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil Gus Mus ini manarik ribuan umat muslim terutama nahdliyin untuk memenuhi tempat berlangsungnya acara. Apalagi ditambah dengan daya tarik KH. Harun Ismail (Blitar) yang sudah tidak diragukan lagi pengaruhnya. Selain kedua tokoh ulama besar Indonesia tersebut, Halal Bi Halal (HBH) tahun ini juga dihadiri oleh M. Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan Indonesia), KH. Chamzawi (Rois Syuriah PCNU Kota Malang), KH. Isroqunnajah (Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang), Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (Guru Besar UIN Malang), Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si (Rektor UIN Malang), Prof. Dr. Masykuri Bakri M.Si (Rektor UNISMA), Ir. H. Mochamad Anton (Wali Kota Malang) beserta wakilnya Drs. Sutiaji dan banyak tokoh penting lainnya.


Iringan musik marawis Abu Nawas dari Singosari menjadi hidangan pembuka bagi para jamaah yang telah berdatangan beberapa saat setelah sholat maghrib, padahal acara baru dimulai tepat setelah sholat isya. Lebih dari 2500 jamaah membanjiri halaman Pondok Pesantren yang terdiri dari jamaah putra dan jamaah putri. Banyaknya jamaah HBH tahun 2016 menjadi rekor baru bagi kegiatan HBH yang berlangsung setiap tahun setelah hari raya idul fitri ini.


Tawasul dipimpin langsung oleh KH. Marzuki Mustamar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad yang juga mempunyai gelar “Sang Singa NU”. Dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Ali dan tahlil yang dipimpin oleh KH. Murtadlo Amin yang juga merupakan salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad.


Sebelum sambutan dari beberapa tokoh yang hadir, jamaah dibuat terenyuh dengan suara khas M. Mustaghis yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penjiwaan. Sambutan pertama dari KH. Murtadlo Amin atas nama Keluarga Besar Pondok Pesantren Sabilurrosyad. Disusul oleh sambutan Abah Anton sapaan akrab untuk Walikota Malang yang sedang menggalakan program memakmurkan masjid dan musholla, “Wajib jamaah sholat di masjid atau musholla bertujuan untuk membentengi moral anak-anak agar mengikuti perilaku baik orang tuanya,” tuturnya di sela-sela sambutan.


Kemudian secara berurutan KH. Harun Ismail, M. Hanif Dzakiri membicarakan tentang asal usul adanya acara Halal Bi Halal di Indonesia. “Halal Bi halal awalnya mengikuti kebiasaan Abu Bakar As-Sidiq yang memberikan kurma ke rumah saudaranya untuk meminta maaf atas sikap beliau sebelumnya,” tutur KH. Harun Ismail. “Orang Mesir saja tidak tahu apa arti Halal  Bi Halal,” ujar M. Hanif Dzakiri menceritakan kisah pertemuannya dengan orang Mesir yang biasa berbicara bahasa Arab tapi tidak tahu arti Halal Bi Halal. Memang pada dasarnya Halal Bi Halal hanya namanya saja yang arab tapi merupakan kata khas yang hanya ada di Indonesia.


Acara inti dibawakan oleh Gus Mus dengan membicarakan tema yang sama namun sudut pandang yang berbeda. Gus yang berasal dari Rembang ini sempat memprotes panitia karena menuliskan kalimat Halal Bi Halal yang seharusnya ditulis tanpa spasi “Halalbihalal”. Halalbihalal adalah khas Indonesia dan bukan berasal dari Bahasa Arab. HBH diakhiri dengan penutupan doa oleh Gus Mus dengan memberikan kesempatan pada jamaah untuk meminta hajat masing-masing kepada Allah SWT pada waktu membaca Iyyakanasta’in dalam surat al Fatihah sebanyak sebelas kali, “Misal minta lunas hutang minimal hutangnya lima juta keatas, kalau hanya hutang 100 ribu berarti meremehkan saya,” candanya sebelum doa bersama yang membuat jamaah tertawa bersamaan. (Rif/Tri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)