Tokoh

Iden Robert Ulum, Santri Tebu Ireng yang sukses jadi Aktivis - Pengusaha

Admin MSN | Minggu, 23 Juli 2017 - 18:31:31 WIB | dibaca: 107 pembaca

Dilahirkan di tengah keluarga sederhana, dengan kesibukan ayah sebagai sopir truk dan ibu pembantu rumah tangga tidak membuat pemuda kelahiran Balikpapan, 14 Juli 1987 ini berkecil hati. Bahkan, berawal darikesederhanaan itu lah ia menjadi pribadi yang tangguh. Terbukti, kini ia sukses setidaknya dalam tiga hal secara bersamaan: organisasi, akademisi, dan pengusaha. Tercatat selama ini, ia telah berhasil mengukir kesuksesan dengan menjadi Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kota Malang dan Wasekjen PB PMII. Tidak hanya itu, kini, pemuda yang bernama lengkap Iden Robert Ulum ini  semakin bersemangat dalam mengembangkan usahanya.

Sikapnya yang low profile, jaringan dan pergaulannya yang luas tidak membuat dirinya jumawa. Itulah kesan ketika kita bertemu dengan santri Tebu Ireng Jombang tahun 2002-2005 ini. Di PMII, dia adalah tokoh yang disegani. Sebagai aktivis tulen, Iden setidaknya mempunyai tiga bekal penting: kompetensinya yang teruji, sikap pantang menyerah dan pandai bernegosiasi.

Tak pelak, banyak aktivis PMII se-Indonesia mengenalnya sebagai aktivis yang sudah matang. Dalam kongres di Palu tahun ini, dia menjadi salah satu calon ketua umum yang cukup diperhitungkan. Karena kemampuan dan pengalamannya berorganisasi yang ‚Äėmentereng‚Äô, oleh banyak kalangan, Iden dianggap mampu memimpin salah satu organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia itu.

Namun, perolehannya saat ini bukanlah hal yang tanpa rintangan. Dimulai sejak awal kuliah dengan kiriman uang pas-pasan dari keluarga. Hingga di masa semester tujuh merupakan semeter terberatnya selama kuliah. Pasalnya, di waktu itu ia harus dihadapkan pada masalah keluarga yang tentunya cukup memberatkan. Adiknya mengambil SMA di kampung atau melanjutkan ke Pesantren Tebuireng. Konsekuensinya, ia tidak mendapatkan kiriman dari orangtua, karena dana harus dialihkan untuk membiayai adiknya yang masuk pesantren. Diapun kemudian memutuskan untuk tidak menerima kiriman dari orang tua dengan memulai menghidupkan usaha kecilnya.

Meskipun sulit, tapi teryata hal tersebut tidak menyurutkan semangat Iden dalam berorganisasi. Setelah menjadi Ketua PMII Brawijaya, Di Semseter sembilan dia terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Brawijaya mewakili Mahasiswa Teknik. Kemudian dia terpilih sebagai Ketua Kongres Mahasiswa Universitas Brawijaya. Saat semester sembilan itu pula, dia menjabat sebagai Ketua Lembaga Penerbitan & Jurnalistik PMII Cabang Kota Malang. Kemudian Terpilih menjadi Ketua Kaderisasi PMII Cabang Kota Malang di konfercab selanjutnya.

Pengalaman di Bidang Kaderisasi, menghantarkan Karebet kemudian terpilih menjadi Ketua Umum PC PMII Kota Malang. Saat menjadi Ketua Umum PC PMII Kota Malang, dia membuat Muspimcab untuk pertama kalinya di PMII dan menghasilkan beberapa rumusan. Salah satunya konsep sahabat pendamping bagi kader-kader baru PMII. Konsep ini sebetunya pernah diterapkannya pada saat menjadi Ketua PMII Universitas Brawijaya dan tergolong sukses mengawal sistem kaderisasi PMII di kampus yang beralamat di Jalan Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang tersebut.

Setelah menjadi Ketua PMII Cabang Kota Malang di Tahun 2012 awal, dia hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan estafet PMII dari Kota Malang. Namun sebelum aktif di PB PMII, Karebet terlebih dulu aktif di Pengurus Pusat Pagar Nusa dan Lembaga Kesehatan PBNU. Di Lembaga Kesehatan NU (LKNU) PBNU Ia pernah menjadi Ketua Program Kerjasama antara LKNU dengan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal yang kala itu.

Pasca Kongres ke XVIII PMII di Jambi, dia kemudian aktif sebagai Wasekjend PB PMII Bidang Riset dan Teknologi mengawal kepemimpinan Aminuddin Ma’ruf. Sambil tetap menjalankan bisnis Fashion dan perusahaan yang bergerak dibidang supplier mechanical. Ia Juga Melanjutkan Kuliah S2 di Eksekutif Muda PPM School Of Management, Kampus Manajemen Tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1967. Di kampus inilah kemudian Karebet belajar lebih banyak mengenai dunia Bisnis dan Corporate Management.

Pengalaman semasa kecil bersama aktifitas kedua orangtuanya selama berdagang membentuk jiwa enterprenuer dalam dirinya. Semasa semester empat Karebet sudah memulai usaha mandiri dengan berjualan pulsa dan sales distributor laptop di Kota Malang. Meski hanya bertahan selama dua tahun, pengalaman berbisnis itu kemudian mengantarkannya sukses di Kompetisi Mahasiswa Entreprenuer Brawijaya dan mendapatkan dana hibah sebesar 25 Juta di tahun 2009. Selama menjadi Ketua Komisariat PMII Brawijaya, Karebet telah mengeleola usahanya sendiri yaitu peternakan kelinci hias dengan aset sebesar 40 Juta. Proposal Bisnis Plan yang ia menangkan di Universitas Brawijaya juga ia submit dengan nama Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dan mendapatkan bantuan sebesar 15 Juta dari kampus tersebut.

Di tahun 2012 Ia membuat Fikashop.com, bisnis Online yang bergerak dibidang fashion baju pesta wanita. Perusahaan ini kini sudah mempunyai banyak karyawan dan sudah mengirim barang ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Fikashop saat ini telah berkembang menjadi Bisnis Online yang banyak dijadikan bahan pembelajaran bagi keluarga dan kerabatnya yang ingin memulai usaha. Dari hanya satu kardus pakaian dan modal enam juta, kini berkembang memiliki penjualan hingga 40.000 pcs baju pertahun. Kini Fikashop dibantu oleh 10 Orang Pegawai dan kurang lebih ada 100 Reseller Aktif.

‚ÄĚKeluarga, Organisasi, Bisnis, dan Kuliah harus berjalan seiringan, memang terkadang terasa berat dan melelahkan, tapi kalau mau sukses ya harus bekerja keras,‚ÄĚ pesan pria murah senyum ini kepada kader PMII Kota Malang via WhatsApp, Selasa (18/4).¬†(Muhammad Faishol)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)