Berita

Inilah Hasil Konferensi Wilayah PWNU Jawa Timur Masa Khidmat 2018-2023

Admin MSN | Senin, 30 Juli 2018 - 22:23:24 WIB | dibaca: 74 pembaca

Minggu, (29/7/2018) atau 16 Dzuqa’dah 1439 H diadakan pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur Masa Khidmat 2018-2023. Konferensi Wilayah Nahdatul Ulama (Konferwil) Jawa Timur ke-17 ini mengusung tema Meneguhkan Kembali NU Sebagai Payung Bangsa yang bertempat di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, tepatnya di Aula Muktamar.

Acara Konferwil PWNU ini digelar dua hari sejak hari Sabtu hingga Minggu. Acara Konferwil PWNU ini diawali dengan Peresmian Pembukaan Konferensi Wilayah NU Jatim 2018.  Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran PWNU mulai dari Rais hingga Tanfidziyah seperti KH M Anwar Manshur, KH Abdulloh Kafabihi Mahrus, KH Ma’ruf Amin, KH Zainuddin Jazuli, KH Nurul Huda Jazuli, KH Ilyas Rukhiyat, KH Mutawakkil Alallah, dan KH Marzuki Mustamar, Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH Said Aqiel Siroj dan Sekjend PBNU A Helmy Faishal Zaini.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno I membahas tentang tata tertib. Sidang Pleno II sampai VI berlangsung pada keesokan harinya. Pada Sidang Pleno II membahas tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)  PWNU 2013-2018 serta tanggapan LPJ atau Pemandangan Umum beserta jawabannya yang salah satunya dipimpin langsung oleh KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah.

Kemudian Sidang Pleno III membahas tentang sidang hasil komisi Batsul Masail Waqi’iyyah dan Maudlu’iyyah, komisi organisasi, progam, dan rekomendasi dimana sidang dipimpin oleh KH Sholeh Hayat dan KH Makruf Syah yang berlangsung sangat demokratis. Para peserta aktif dalam menanggapi atau memberi usulan pada materi yang dipaparkan.

Hal ini sejalan dengan apa yang dituturkan oleh KH Sholeh Hayat, “Komisi ini berjalan dengan demokratis, memilih pengurus baru, kemudian pengurus baru harus semangat dan giat dalam melaksanakan keputusan.”

Semoga harapan yang disampaikan oleh KH Sholeh Hayat dapat terkabul dan dapat menjadi landasan bahwa pengurus baru harus selalu semangat dalam melaksanakan tugas dan keputusan yang telah ditetapkan. Salah satunya bahwa usulan mengenai lagu Yalal Wathon sebagai lagu wajib di Indonesia yang seharusnya dapat dilantunkan pada semua forum Nahdatul Ulama baik nasional maupun internasional, dan adanya hak paten bahwa lagu Yalal Wathon adalah milik NU.

Sidang Pleno VI  adalah penetapan anggota AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) dilanjutkan pemilihan Rais. Setelah terpilihnya anggota AHWA, bertepatan pada jam 17.25 terpilihlah KH M Anwar Mansur sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dengan masa jabatan 2018-2023.

Berdasarkan pasal 26 huruf B, Rais Syuriah terpilih wajib menyampaikan kesiapannya menjadi Rais Syuriah baik secara lisan maupun secara tulisan. KH  Anwar Mansur menyampaikannya secara tulisan dengan menggunakan huruf pegon di atas kertas yang sudah ditandatangani dan dibacakan oleh orang yang telah diberi mandat oleh beliau. Selain itu, KH Anwar Mansur juga telah menandatangani surat persetujuan dengan salah satu poin pentingnya yaitu tidak mengikuti kontentasi politik.

Selain pemilihan Rais Syuriah juga terdapat pemilihan ketua tanfidziyah dan mudah formatur. Ketua tanfidziyah dipilih secara aklamasi oleh perwakilan setiap PCNU Jawa Timur. Dari 45 suara yang masuk, muncul tiga nama calon Ketua Tanfidziyah yaitu KH Abdul Hakim, KH Marzuki Mustamar, dan KH Abdul Nasir Badrus.

Dari hasil suara yang dikumpulkan, pilihan jatuh pada KH Marzuki Mustamar dengan pemerolehan suara tertinggi yaitu 30 suara. Jumlah perolehan suara tersebut telah memenuhi syarat yang ditetapkan pada pasal 24 ayat 3 bahwa calon pengurus yang bisa lolos dengan mendapat dukungan minimal 17 suara.

Sehingga KH Marzuki Mustamar -pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang- sudah sah terpilih menjadi ketua tanfidziyah masa khidmat 2018-2023 menggantikan KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah Ketua Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Mid formatur pun juga sudah terpilih setelah diberikan waktu 7 menit untuk setiap sayap untuk bermusyawarah sehingga mengajukan perwakilannya sebagai Mid formatur. Hasil kesepakatannya yaitu Mid formatur dari sayap arek yaitu Pasuruan, tapal kuda Bondowoso, pantura Tuban, mataram Trenggalek dan madura Bangkalan. Tugas Mid formatur yaitu menentukan pengurus selanjutnya dengan durasi maksimal 15 hari setelah selesainya konferwil ini. Acara berlangsung lancar sampai berakhirnya acara nampak bahwa para peserta menerima dan puas dengan hasil pemilihan Rais dan Ketua PWNU yang baru (Rhyla, Znfn).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)