Berita

Sukses Sabet Rekor Muri

Jamaah Cangkruan Gus Dur Asuhan Kiai Marzuqi Mustamar Sukses Inisiasi Pengibaran Bendera NU Raksasa

Admin MSN | Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:54:49 WIB | dibaca: 454 pembaca

Minggu (22/10), bumi Arema tumpah ruah oleh lautan manusia. Terhitung sejak tanggal 20 Oktober, berbagai acara telah digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional, mulai dari upacara pengibaran bendera Merah-Putih yang disusul oleh bendera Nahdlatul Ulama di beberapa Universitas, Kirab Santri, dan juga berbagai event lomba bertema santri dan NKRI di beberapa pesantren.
Pada puncaknya, atas inisiasi dari Jamaah Cangruan Gus Dur asuhan Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar lebih dari tiga ribu santri dari berbagai Pondok Pesantren se-Malang Raya, berkumpul di kampus UNISMA untuk mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama pemecah Rekor MURI, dengan ukuran 45x30 M. 
Pengibaran bendera dipimpin oleh Rektor UNISMA, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si selaku pemimpin upacara. “Dengan kebersamaan dan paguyuban seperti inilah, kita akan terus membangkitkan semangat juang kita, semangat pengabdian kita kepada agama, bangsa dan negara kita, terutama Nahdlatul Ulama.” Tegasnya.
Beliau menceritakan sejarah panjang perjuangan Kiai dan para santri ketika merebut kemerdekaan Indonesia. Ribuan santri telah mewakafkan hidupnya demi membela, negara hingga titik darah penghabisan. Rektor UNISMA periode 2014-2018 ini juga menyebut ada tiga poin penting yang terkandung dalam Resolusi Jihad.
“Pertama hukum membela negara dan melawan penjajah adalah fardlu `ain. Kedua, perang melawan penjajah adalah Jihad fi Sabilillah, oleh karena itu umat Islam yang gugur dalam peperangan adalah syahid. Dan yang ketiga, mereka yang menghianati perjuangan Islam dengan memecah belah persatuan dan menjadi kaki tangan penjajah wajib hukumnya dibunuh.”
Peringatan Hari Santri tahun ini mengambil tema Santri Mandiri, NKRI Hebat. Tema tersebut diharapkan dapat menggungah jiwa mandiri dan semangat juang para santri di era millenial sekarang ini.
Lebih lanjut, H. Maskuri berpesan, santri harus jadi agent of change, mampu menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat yang plural. Santri juga harus menguasai berbagai bidang pengetahuan, tidak hanya agama melainkan juga pengetahuan umum, teknologi, dan lain sebagainya yang dapat mendukung kemajuan bangsa dan negara.
Sekali lagi, Selamat Memperingati Hari Santri Nasional. (Diah/Us/Fay) 











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)