Opini

KH Harun Ismail: Tugas Besar Warga Nahdliyin Menjaga Bangsa dari Faham Radikalism

Admin MSN | Senin, 09 Juli 2018 - 00:17:28 WIB | dibaca: 98 pembaca

Bukan hal baru jika Nahdlatul Ulama (NU) mendapat fitnah. Bahkan para kiai sepuhnya tidak segan-segan diserang dengan berbagai berita hoax. Mulai dari fitnah terhadap Gus Dur yang datang ke Vatikan disangka pro-Kristen, KH Said Aqil yang diberitakan membeli tanah di Malang untuk Seminari, dan yang baru-baru ini fitnah juga dilayangkan kepada KH Yahya Cholil Staqut yang disangka pro-Yahudi akibat menjadi pembicara di AJC Global Forum 2018 di Israel pada Ahad (10/62016) lalu. Meski demikian, bukan kiai NU jika tidak memiliki hati jembar, mudah memaafkan.

Alih-alih memperhatikan segala tuduhan miring, NU yang diwariskan Hadratus Syaikh Asy’Ari adalah tentang ketulusan. Tulus dalam menjaga keutuhan bangsa. Warisan tersebut masih istiqomah dijalankan oleh para warga Nahdliyin. Terlebih oleh para kiainya. Meskipun isu perpecahan semakin gencar dihembuskan oleh mereka yang berkepentingan sesaat, memakai baju Islam akan tetapi tidak mencerminkan akhlak nabi Muhammad saw. Namun NU tetap gigih, berada di shaf paling depan dalam menjaga keutuhan NKRI. Warga Nahdliyin tidak butuh penggaris untuk mengukur keabsahan niat tulus para kiainya, hal ini bisa dibuktikan dengan mengamati dawuh para kiai NU, baik yang di kota maupun yang tinggal di pelosok desa.

Apa yang mereka dakwahkan selalu sama, yaitu tentang kemanusiaan dan untuk keutuhan bangsa. Sebab, rumusnya "menjaga keutuhan NKRI sama halnya menjaga agama", begitu juga sebaliknya. Hal yang sama juga ditepakan oleh KH Harun Ismail, kiai karismatik asal Blitar tersebut tidak pernah luput menyisipkan pesan-pesan sosial di setiap pengajiannya. Bagi beliau yang terpenting adalah perhatian warga Nahdliyin terhadap masyarakat agar masa depan bangsa ini tetap seperti yang dulu-dulu. Luhur, aman dan damai.

"Yang harus diperhatikan saat ini adalah kasus teroris, jadi setelah kejadian di Surabaya. Anak sudah berani meletuskan bom, seorang perempuan juga meletuskan bom. Ini garapan yang sangat penting. Maka sebenarnya tugas NU itu sekarang mengarah kesitu, urusan politik biarlah masuk ke bagian yang kecil saja." Ungkapnya saat kami temui di kediaman KH Marzuki Mustamar dalam kegiatan Halal bi Halal di PP Sabilurrosyad, Malang pada Ahad (8/7/2018).

Politik memang penting untuk kita perhatikan, asal tidak terlena dalam uforianya, sehingga perhatian warga nahdliyin terfokus terhadap bagaimana cara memenangkan paslonnya. Tetangga, kerabat, bahkan keluarga kita bisa jadi terus dicekoki paham-paham radikal. Oleh karena itu, marilah kita lebih peka dan memberikan perhatian yang lebih terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap keluarga kita.

Mendengar pesan-pesan para kiai sepuh, masihkan warga nahdliyin ragu akan ketulusan niat mereka dalam menjaga perdamaian bangsa dan keutuhan negara? Wallahu a’lam. (Dh)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)