Berita

MENGEMPISKAN LKD GUNA MENJARING DAN MEMBENTUK KADER BERKUALITAS.

Admin MSN | Selasa, 04 Desember 2018 - 17:39:44 WIB | dibaca: 58 pembaca

MENGEMPISKAN LKD GUNA MENJARING DAN MEMBENTUK KADER BERKUALITAS.

    Minggu (2/12) fatayat NU Purbalingga akhirnya bisa mengadakan LKD (Latihan Kader Dasar) putaran terakhir di Kecamatan Rembang, setelah sebelumnya diadakan di 17 kecamatan lain secara bergiliran. Rangkaian acara LKD yang seharusnya diadakan selama 2 hari dijadikan hanya menjadi 1 hari pelaksanaan dengan mengurangi kegiatan outbound dan pemadatan materi dari 1,5 jam menjadi 1 jam penyampaian. “ini dilakukan karena kebanyakan anggota fatayat adalah pemudi produktif yang memiliki banyak kesibukan, sehingga kita (pengurus) mengajukan permohonan kepada PWNU Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi waktunya menjadi 1 hari saja.” Terang Laeli Nur Afifah selaku sekretaris Fatayat NU Purbalingga.
    Tak ayal kegiatan LKD Purbalingga menjadi rangkaian acara yang bisa dibilang sukses besar. Dengan jumlah peserta terbanyak yaitu lebih dari 200 peserta dari 24 PR, LKD di kecamatan rembang menjadi penutupan rangkaian acara yang apik. Setiyaningsih selaku Ketua Panitia LKD Kecamatan Rembang berucap, “Tujuan diadakannya LKD adalah untuk membentuk kader-kader NU yang berkepribadian aswaja”. Sehingga bisa terus diadakan regenerasi kader yang berkualitas dan berakhlak aswaja.
    Tema yang diusung adalah “Menegakan Nilai Aswaja An-Nahdliyah dan membentuk kader militan”. Ada 5 meteri yang disampaikan dari pukul 08.00 sampai pukul 14.30 WIB diantaranya materi tentang ke-fatayat-an dan manajemen organisasi, kepemimpinan organisasi, ke-NU-an, komunikasi dan terakhir tentang networking. Meski materi sangat padat peserta nyaris tidak ada yang meninggalkan ruangan sebelum acara penutupan, hal ini karena disela-sela materi selalu ada ice breaking, tanya jawab antara peserta, dan pemateri dan pemberian hadiah.
    Selain untuk menjaring dan menumbuhkan generasi militan NU yang berakhlak aswaja, adanya LKD juga bertujuan untuk menanggapi isu-isu kekinian tentang bagaimana mempersiapkan kader yang kritis. Hal ini diperlukan dalam menanggapi modernisasi dan globalisasi serta isu-isu agama pemecah bangsa yang sedang marak akhir-akhir ini. Sehingga kader NU menjadi orang yang terus berkembang dan tanggap yang diharapkan akan terus melanggengkan kejayaan NU di nusantara maupun di dunia pada umumnya. *Tri (Koresponden MSN Purbalingga)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)