Berita

MPII Dukung Upaya PCNU Banyuwangi Terkait Nasib Penambang Belerang

Admin MSN | Sabtu, 04 Agustus 2018 - 09:18:04 WIB | dibaca: 50 pembaca

Di bawah komando KH. Ali Makki Zaini, PCNU Banyuwangi terus bergerak hadir di tengah-tengah masyarakat. Seperti Minggu (29/7), PCNU Banyuwangi melalui LAZISNU memberikan sekitar 54 paket bantuan diserahkan langsung kepada penambang belerang di Dusun Plampang, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro.

Bukan hanya itu, seperti yang di ungkapkan oleh Wakil Ketua PCNU Banyuwangi Arif Fauzi MH berharap para pekerja harus mendapatkan Jaminan Keselamatan Kerja dari perusahaan. Pasalnya, hal ini penting karena keselamatan dan kesehatan kerja adalah istilah dalam dunia kerja yang menjadi patokan bagi pengusaha dan pekerja untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.

Kemudian, PCNU Banyuwangi juga akan berupaya untuk memberikan pelatihan Bahasa Inggris dan tourism guiding skill untuk para penambang agar taraf hidupnya bisa meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPC Majelis Pemuda Islam Indonesia Banyuwangi M Ali Fikri SH mengungkapkan dukungan akan ikhtiar tersebut.

“Di tempat kerja, penerapan K3 harus ada. K3 itu penting buat perusahaan, apalagi pekerja. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, semua jenis usaha wajib menerapkan K3,” terang cucu mantan Ketua MUI Banyuwangi Almaghfurlah KH Dailami Ahmad ini.

Selain itu, MPII juga berkomitmen sebagai kumpulan anak-anak muda melalui rencana strategisnya selalu berikhtiar bersama-sama dalam membangun kehidupan masyarakat yang sejahtera.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Pemuda Islam Indonesia Banyuwangi Muhammad Faishol, M.Pd mengungkapkan bahwa memang sudah seharusnya seluruh Ormas, OKP dan LSM bisa bersinergi dalam mengawal kepentingan masyarakat. Karena pada kenyataannya dalam menjalankan roda pembangunan menuju masyarakat sejahtera juga harus didukung oleh tanggung jawab seluruh elemen sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Kita sebagai pewaris dan penerus bangsa harus bisa mewujudkan tujuan dan cita-cita para pendiri dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai cita-cita tersebut tentu harus ditempuh dengan suatu langkah nyata serta tanggung jawab bersama sesuai tupoksi dan kewenangan masing-masing. Karena kemerdekaan yang telah diwariskan ini bukan untuk diperebutkan, tetapi untuk terus dibangun serta diselaraskan dalam sebuah kebersamaan," ujar Dosen Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng ini. (Haris)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)