Opini

Puasa Ulat Banyak Mukjizat

Admin MSN | Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:11:24 WIB | dibaca: 171 pembaca

Gambar diambil dari google

Oleh : Dewi Khazanah

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan ini, maka puasa menjadi hal wajib untuk dijalankan oleh orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183. Pengertian orang beriman sendiri sebenarnya sangat simple, dalam suatu kesempatan cak Nun menyederhanakan makna dari beriman, “Jika kalian menemui orang yang memotong kukunya, mandi, bersih-bersih rumah, dan yang paling kecil saja yaitu mengupil maka bisa dikatakan orang tersebut adalah termasuk orang yang beriman sebagaimana kita ketahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.”

Puasa menjadi kegiatan yang sudah dilakukan sejak dulu bahkan sebelum Islam datang. Allah SWT berfirman “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan orang-orang sebelum kamu”. Siapa yang dimaksud kamu dalam keterangan tersebut? Yang dimaksud disitu adalah Nabi Daud as dan umatnya berupa puasa dua hari berselingan dan juga puasanya Maryam wanita suci yang telah melahirkan Nabi Isa as, dengan puasa yang sangat berat, yaitu tidak hanya menahan dari lapar dan haus tetapi juga tidak berbicara.

Lalu, apakah hanya manusia yang menjalakan puasa? Ternyata tidak. Ada beberapa hewan yang juga sering melakukan puasa, misalkan ulat. Coba kita amati kehidupan seekor ulat. Bagaimana caranya berpuasa? Bandingkan dengan cara berpuasa ular. Ular akan berpuasa untuk mengganti kulitnya, tetapi setelah berpuasa tidak ada perubahan. Alat geraknya sama, bentuknya sama, dan dengan makanan yang sama pula. Berbeda dengan ulat yang setelah berpuasa di dalam kepompong kemudian menjadi seekor kupu-kupu dengan bentuk yang lebih indah, dengan rupa yang lebih elok, dengan alat gerak dan makanan yang berbeda pula. Inilah esensi puasa yang sesungguhnya, puasa hendaknya menuntun seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Sebagaimana dawuh Kiai Ahmad  Muwafiq "Puasa itu menempati sejarah kebesaran manusia di dunia. Nabi Dawud yang sehari berpuasa sehari tidak, mampu melipat besi jadi baju, Nabi Muhammad mendapat wahyu setelah bertahan puasa lima belas tahun dan naik turun Gua Hira, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ma’rifatullah setelah puasa didampingi Syekh Mubarak Al-Majzumi selama 25 tahun di padang pasir, Syekh Hasan As-Syadzili puasa 20 tahun. Di Jawa ini ada rajanya maling yang bernama Lokajaya (Raden Syahid) bisa naik pangkat dan  bersih hatinya menjadi wali yang memiliki gelar Sunan Kalijaga setelah berpuasa selama tiga tahun dibimbing Sunan Bonang". Semoga kita mendapat kebaikan setelah hadirnya bulan suci Ramadhan ini, dan dipertemukan kembali di tahun yang akan datang. Aamiin Allahumma aamiin.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)