Opini

kebijakan pemerintah

Sudah Sesuaikah Kebijakan Full Day School diterapkan di Indonesia?

Admin MSN | Rabu, 23 Agustus 2017 - 08:34:04 WIB | dibaca: 255 pembaca

Oleh: Uswatun Khasanah*

Malang, Fenomena full Day School tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas. Sebagian mendukung kebijakan pemerintah tersebut, dengan harapan dapat memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia melalui penambahan jam belajar di sekolah formal.

Di sisi lain, FDS juga menuai kontra dari beberapa pihak dengan berbagai alasan yang beragam. Salah satunya menyebutkan bahwa FDS dapat mematikan kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang telah menjadi ciri khas pendidikan informal di Indonesia.

Madin ataupun TPQ umumnya berlangsung sore hari, mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00. sebagian lainnya pada malam hari seusai sholat maghrib. Sistem pendidikan Madin dan TPQ berbeda dengan yang ada di sekolah, materi disampaikan dengan lebih sederhana dan tanpa aturan yang terlalu ketat.

Penekanan Pendidikan berbasis Madin maupun TPQ lebih kepada penguasaan konsep keagamaan dan menekankan pentingnya moral (al-akhlaq al-karimah). Santri diajari untuk dapat mengenal agama lebih dekat, dan mempelajari berbagai hal yang tidak mereka dapatkan ketika di sekolah, misalnya pelajaran aqidah al-awam, Al-Quran, akhlaq al-banin/banat, Alala, dan lain sebagainya.

Pendidikan di sekolah formal tentu tidak akan memberikan pelajaran tersebut secara mendalam sebagaimana yang diberikan di Madrasah Diniyah. Lebih dari itu, pendidikan moral dan akhlaq di TPQ maupun Madrasah Diniyah tentunya akan sangat membantu mewujudkan program pemerintah terkait salah satu tujuan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam Standar Isi (Permendikbud No. 21 Tahun 2016)  terkait Kompetensi Afektif berupa aspek spiritual dan kemampuan bersosial.

Lantas apa kaitan FDS dengan Madin dan TPQ?

Kita tahu penerapan Full Day School mewajibkan para siswa menghabiskan waktu mereka di sekolah lebih lama. Ditambah dengan tugas yang diberikan dari sekolah yang dijadikan sebagai pekerjaan rumah. Hal tersebut menyebabkan siswa sudah lelah belajar di lembaga formal dan akhirnya memutuskan untuk putus dari pendidikan informal mereka.

Mengenai hal tersebut, salah satu pengguna sosial media dalam postingan instagramnya menyebutkan bahwa pengalaman batin belajar di lembaga formal berupa sekolah dan lembaga informal berupa madrasah diniyah dan TPQ  sangat diperlukan. Keduanya penting untuk membentuk pribadi seseorang.

Jadi, sudah sesuaikah FDS diterapkan di Indonesia?

 

editor: Mahalasari

*Penulis adalah Pegiat TPQ dan Madrasah Diniah Nur Hidayah Yayasan Nurul Iman di Kab. Tuban dan alumni Prodi Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang

 










Komentar Via Website : 36
Cara Menghilangkan Kulit Belang Di Wajah
28 Agustus 2017 - 14:55:56 WIB
Informasi yang sangat bermanfaat sekali http://goo.gl/CBTuPQ
Gamat Emas Kapsul Walatra
28 Agustus 2017 - 15:08:46 WIB
Obat Sakit Tipes Di Apotik
29 Agustus 2017 - 09:39:38 WIB
Terimakasih atas informasinya http://goo.gl/tK676Y
cara mengobati kista secara tradisional
30 Agustus 2017 - 07:40:20 WIB
informasi yang disajikan pada laman ini memang mudah di mengerti dan selalu memberikan topik yang menarik http://bit.ly/2vq43ON | http://goo.gl/QaQ4Ct | http://bit.ly/2wR3fm7 | http://goo.gl/SM1SYw | http://bit.ly/2vztR6U | http://goo.gl/4CwyZo
Biaya Operasi Mata Katarak
30 Agustus 2017 - 09:13:34 WIB
Terimakasih atas informasinya http://goo.gl/aEuZUX
miom bisa tumbuh lagi setelah operasi
31 Agustus 2017 - 08:02:09 WIB
terimakasih atas informasinya, http://bit.ly/2wk1QD8
Pusat G-Sea Jelly Gamat Emas Rasa Jeruk
31 Agustus 2017 - 10:28:06 WIB
jelly gamat emas rasa jeruk http://goo.gl/fXjSN3
Cara Mengobati Benjolan Di Ketiak Secara Alami
11 September 2017 - 13:10:21 WIB
Semangat untuk hari senin ini semoga membawa berkah ? http://goo.gl/1nkogp | http://goo.gl/B9X0Es | http://goo.gl/TFFg5f | http://goo.gl/IMEkbr | http://goo.gl/5XwwEN


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)