Opini

kebijakan pemerintah

Sudah Sesuaikah Kebijakan Full Day School diterapkan di Indonesia?

Admin MSN | Rabu, 23 Agustus 2017 - 08:34:04 WIB | dibaca: 254 pembaca

Oleh: Uswatun Khasanah*

Malang, Fenomena full Day School tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat luas. Sebagian mendukung kebijakan pemerintah tersebut, dengan harapan dapat memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia melalui penambahan jam belajar di sekolah formal.

Di sisi lain, FDS juga menuai kontra dari beberapa pihak dengan berbagai alasan yang beragam. Salah satunya menyebutkan bahwa FDS dapat mematikan kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang telah menjadi ciri khas pendidikan informal di Indonesia.

Madin ataupun TPQ umumnya berlangsung sore hari, mulai pukul 14.00 hingga pukul 17.00. sebagian lainnya pada malam hari seusai sholat maghrib. Sistem pendidikan Madin dan TPQ berbeda dengan yang ada di sekolah, materi disampaikan dengan lebih sederhana dan tanpa aturan yang terlalu ketat.

Penekanan Pendidikan berbasis Madin maupun TPQ lebih kepada penguasaan konsep keagamaan dan menekankan pentingnya moral (al-akhlaq al-karimah). Santri diajari untuk dapat mengenal agama lebih dekat, dan mempelajari berbagai hal yang tidak mereka dapatkan ketika di sekolah, misalnya pelajaran aqidah al-awam, Al-Quran, akhlaq al-banin/banat, Alala, dan lain sebagainya.

Pendidikan di sekolah formal tentu tidak akan memberikan pelajaran tersebut secara mendalam sebagaimana yang diberikan di Madrasah Diniyah. Lebih dari itu, pendidikan moral dan akhlaq di TPQ maupun Madrasah Diniyah tentunya akan sangat membantu mewujudkan program pemerintah terkait salah satu tujuan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam Standar Isi (Permendikbud No. 21 Tahun 2016)  terkait Kompetensi Afektif berupa aspek spiritual dan kemampuan bersosial.

Lantas apa kaitan FDS dengan Madin dan TPQ?

Kita tahu penerapan Full Day School mewajibkan para siswa menghabiskan waktu mereka di sekolah lebih lama. Ditambah dengan tugas yang diberikan dari sekolah yang dijadikan sebagai pekerjaan rumah. Hal tersebut menyebabkan siswa sudah lelah belajar di lembaga formal dan akhirnya memutuskan untuk putus dari pendidikan informal mereka.

Mengenai hal tersebut, salah satu pengguna sosial media dalam postingan instagramnya menyebutkan bahwa pengalaman batin belajar di lembaga formal berupa sekolah dan lembaga informal berupa madrasah diniyah dan TPQ  sangat diperlukan. Keduanya penting untuk membentuk pribadi seseorang.

Jadi, sudah sesuaikah FDS diterapkan di Indonesia?

 

editor: Mahalasari

*Penulis adalah Pegiat TPQ dan Madrasah Diniah Nur Hidayah Yayasan Nurul Iman di Kab. Tuban dan alumni Prodi Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang

 










Komentar Via Website : 36
Obat Dan Salep Keloid Di Apotik
14 September 2017 - 09:06:47 WIB
Terimakasih atas informasinya http://goo.gl/Tr9WxK
Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat Dengan Es Batu
14 September 2017 - 14:17:35 WIB
Semoga bermanfaat http://goo.gl/ngWUf8
Obat Amandel Di Apotik
15 September 2017 - 09:04:35 WIB
Informasi yang sangat bermanfaat sekali http://goo.gl/fzNvXR
Salep Penghilang Jerawat Dan Bekasnya Di Apotik
15 September 2017 - 13:15:34 WIB
Semoga bermanfaat http://goo.gl/vuoA3c
Cara Menurunkan Gula Darah Dan Kolesterol Secara Alami
16 September 2017 - 10:13:27 WIB
Terimakasih atas informasinya http://goo.gl/phL431
Manfaat Kolagen Untuk Kulit Wajah
16 September 2017 - 14:46:07 WIB
Thank's for your information http://goo.gl/7Eq2JG
Obat Eksim Kering Di Apotik
18 September 2017 - 08:49:08 WIB
Terimakasih atas informasinya http://goo.gl/9AYvQP
Obat Nyeri Tumit Dan Telapak Kaki Herbal
18 September 2017 - 15:49:36 WIB
Tetap berdoa dan ikhtiar demi mendapatkan hasil yang memuaskan ? http://goo.gl/eSe01O | http://goo.gl/4tnj14 | http://goo.gl/RDBd92 | http://goo.gl/x20SWX | http://goo.gl/GJFyvk
Obat Penyakit Hisprung Tanpa Operasi
19 September 2017 - 10:03:02 WIB
Thank's for your information http://goo.gl/nrWVQR


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)