KONFERCAB IPNU-IPPNU TRENGGALEK; Bukan Sekadar Ajang Mencari Pemimpin Melainkan Penentuan Arah Gerak Organisasi

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sudah berada di akhir masa kepengurusan.

Konferensi Cabang (KONFERCAB) yang merupakan forum tertinggi IPNU-IPPNU di tingkat cabang akan segera dihelat. Ketua PC IPNU Kabupaten Trenggalek, Mochamad Saifulloh mengatakan bahwa Konfercab akan dilaksanakan pada awal bulan April. “Konferensi PC IPNU XIX IPPNU XVIII Trenggalek akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad (03-04 April 2021) mendatang di SMK Sulaiman Sukorejo, Gandusari,” katanya ketika dimintai keterangan pada Selasa, 23 Maret 2021.

Banyak serangkaian acara yang dilaksanakan guna untuk menyambut adanya KONFERCAB tersebut. Berbagai lomba diadakan dan partisipasi rekan-rekanita dari masing-masing pimpinan anak cabang pun begitu luar biasa antusianya. Diantara kegiatan tersebut seperti Khotmil Quran serentak, IPNU-IPPNU awards, kontes Pra-KONFERCAB, dan Jaring opini pelajar. Para pelajar muda yang berkecipung di organisasi IPNU-IPPNU se-Trenggalek pun tak segan unjuk kelihaian di bidangnya masing-masing. Salah satu contohnya dalam ajang jaring opini pelajar, banyak gagasan luar biasa yang tercetus dari masing-masing perwakilan daerah. Banyak karya yang menjadi bahan apresiasi dan bisa ditindaklanjuti dalam periode mendatang. Ajang jaring opini sekaligus menjadi wadah para pelajar untuk berkembang di bidang literasi. Sebanyak lima besar peserta terbaik berkesempatan mengikuti grand final dan mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri. Selain menambah pengalaman dan wawasan, acara yang di helat oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Trenggalek ini menjadi sorotan penting dalam arah pergerakan organisasi mendatang. Dunia kita tidak akan terlepas dari literasi dan pengembangannya. Hal ini, bisa menjadi poin penting para pelajar untuk berkreasi lebih baik lagi dan mengembangkan prestasi di bidang literasi.

Berbicara mengenai KONFERCAB, puncak atau inti kegiatan tersebut untuk pemilihan pemimpin baru yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan. Beberapa kandidat yang mumpuni dicalonkan untuk meraih satu kursi di ketua di IPNU dan satu kursi di IPPNU. Seperti halnya pemilu Bupati atau pun presiden, pemilihan ketua dalam organisasi IPNU-IPPNU pun dilaksanakan secara mufakat dan berdasarkan hasil keputusan bersama. Namun, hal yang menjadi sorotan dan perlu penekanan, bahkan menjadi pemimpin bukanlah sebagai ajang unjuk sensasi. Siapa yang good looking dia lah yang wajib menjadi pemimpin. Pernyataan tersebut menjadi salah kaprah dan tidak seharusnya menjadi pedoman dalam menentukan seorang pemimpin. Seorang pemimpin memang haruslah merakyat dan bisa masuk ke segala sisi anggotanya, paham akan keadaan sekitar, dan mudah peka dengan segala perubahan yang terjadi. Namun bukan berarti menjadi seseorang yang memanfaatkan tampang dan followers media sosialnya sebagai batu loncatan untuk mendapatkan banyak pendukung.

Mengapa dikatakan ketika memilih pemimpin jangan asal-asalan? Sebab tugas dan tanggung jawabnya begitu berat. Menjaga komitmen satu organisasi yang besar bukanlah hal yang mudah. Harus butuh seorang pemimpin yang tangguh karakternya, teguh mentalnya, dan yang pasti tidak mudah baperan. Rosulullah SAW pernah berkata kepada Abu Dzar terkait kepemimpinan “Sesungguhnya (kepemimpinan) itu adalah amanah. Pada hari kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi mereka yang menunaikan amanah tersebut sesuai haknya dan menjalankan kewajibannya.” (HR Muslim). Sementara Peter F. Drucker, seorang penulis asal Austria mengatakan Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya. Sudah cukup membuka wawasan bagi kita semua, jika memilih pemimpin bukan hanya sekadar ajang pamer diri melainkan benar-benar mencari sosok yang akan menentukan arah gerak organisasi kedepannya yang lebih baik lagi.

KONFERCAB IPNU-IPPNU Trenggalek akan segera di helat, segera persiapkan diri untuk menentukan siapa yang pantas melanjutkan tongkat perjuangan yang sudah baik sebelumnya. Bukan mencari yang lebih baik, melainkan saling menyempurnakan dengan niat dan tekat yang kuat, disertai iman taqwa dan karakter yang mumpuni dari figur yang dijadikan sebagai seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang jelas, bukan sekadar ucapan manis di mulut saja melainkan disertai rekam jejak selama ini yang mendukungnya. Misi visi yang berapi-api tanpa tindakan nyata adalah omong kosong belaka, tindakan yang besar tanpa disertai tujuan yang jelas hanyalah buang-buang tenaga saja. “Seorang pemimpin adalah orang yang mengetahui jalan, melewati jalan tersebut, dan menunjukkan jalan itu untuk orang lain.” – John C. Mazwell. Maka demikian, pertimbangkan hal besar yang ingin kalian putuskan dalam memilih pemimpin, sebab ia yang akan menjadi arah langkah perjuangan kita bersama.

Terakhir, harapan penulis dengan adanya penyelenggaraan KONFERCAB IPNU-IPPNU Trenggalek ini bisa melahirkan sosok-sosok pemimpin yang berkarakter, paham akan NU dan menghayati nilai-nilai aswaja di dalam hati, mampu merangkul para pelajar yang haus akan ilmu dan pengalaman, serta menjadi pemimpin yang tidak hanya bangga akan jabatan tetapi juga sadar akan posisinya untuk kebaikan yang akan datang. IPNU-IPPNU semakin meroket, tumbuh dan berkembanglah para pelajar yang cakap teknologi serta tidak buta literasi. Pertahankan ajaran KH Hasyim Asyari dan patuh terhadap ulama-ulama yang kita cintai.

Oleh: Novi De

Leave a Reply

%d bloggers like this: