Penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah sebagai tanda dimulainya pembuatan Al-Qur’an Akbar yang ke sebelas dilaksanakan di Masjid Al-Furqon Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo

Penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah sebagai tanda dimulainya pembuatan Al-Qur’an Akbar yang ke sebelas dilaksanakan di Masjid Al-Furqon Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo. Penulisan tersebut secara simbolik ditulis oleh H. Fauzi Zaid atau biasa dipanggil Haji Fallas dari Batang

Rencananya setelah penulisan Al-Qur’an Akbar selesai, akan di berikan kepada H. Ahmad Azhar sebagai bentuk ungkapan terima kasih dari pihak Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah karena beliau ikut serta dalam waqaf pembangunan Masjid Al-Muntaha Kampus II UNSIQ di jalan jalur Wonosobo-Dieng, Krasak.

H. Ahmad Azhar putra dari Haji Fallas yang juga alumni dari PPTQ AL ASY’ARIYYAH itu mengungkapkan, selain sebagai bentuk kepeduliannya atas pembangunan Masjid Al-Muntaha Kampus II UNSIQ, waqaf merupakan salah satu bentuk investasi yang tidak hanya bisa bermanfaat di dunia, namun juga mempunyai manfaat di akhirat kelak.

“Oleh karenanya, atas dasar itulah saya merasa perlu untuk ikut waqaf dalam pembangunan Masjid Al-Muntaha di Kampus II UNSIQ yang sekarang masih dalam tahap pembangunan,” ungkapnya yang juga salah satu alumni PPTQ Al-Asy’ariyah ini.

Sedikitnya hadir dalam acara tersebut segenap keluarga besar Dzurriyyah PPTQ Al-Asy’ariyah, seperti KH. Mas’udan Asy’ari, KH. Ahmad Atho’illah Asy’ari Al Hafidz dan Gus Mukhamad Ngafan Mastur. Dengan diawali pelaksanaan khataman Al-Qur’an 30 Juz oleh santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nawwir Quluubanaa, Kalibeber.

Penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah oleh Haji Fallas (tengah) disaksikan Kyai Hayatudin (sebelah kanan Haji Fallas pakai kacamata), H. Ahmad Azhar, H. Maulana Yusuf (ketua DPRD Batang), Dzurriyyah PPTQ Al-Asy’ariyyah, Rektor dan Civitas Akademika Unsiq. (Foto: Samsul Munir Amin/Wakil Rektor III Unsiq)

Selain itu, hadir pula KH. Muchotob Hamzah selaku Rektor Unsiq serta segenap civitas akademika UNSIQ. Dalam sambutannya, Muchotob Hamzah menerangkan tentang makna dari kata akbar pada penulisan Al-Qur’an Akbar mengandung arti tentang penyebaran pesan dakwah Al-Qur’an supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Selain itu, bagaimana Al-Qur’an itu bisa menjadi modal dakwah umat Islam dan selalu menjadi pedoman hidup,” terangnya.

Penulisan Al-Qur’an Akbar selanjutnya akan diselesaikan oleh Tim Penulis Bayt Al-Qur’an Unsiq Wonosobo, diantaranya H. Hayatuddin sebagai penulis, dibantu oleh Anas Ma’ruf dan Khoirul Anam. Anas Ma’ruf bertugas membuat ornamen di pinggir lembar kertas yang di dalamnya terdapat tulisan Alquran.
Sementara, Khoirul Anwar membuat sketsa mengenakan pensil sebelum sketsa tersebut dilanjutkan dengan penulisan menggunakan tinta rotring berwarna hitam.

Kontributor: Banas Creative Media Center

Leave a Reply

%d bloggers like this: