Malang 08/10/19. Santripreneur Indonesia kembali menggelar camp ke empat kalinya di Kebun Teh Wonosari Malang. Acara yang dilaksanakan selama tiga hari ini merupakan wadah embrio santri untuk lebih termotivasi dalam menggeluti dunia kewirausahaan. Camp yang dihadiri oleh enam ratus peserta ini dihadiri oleh santri dari berbagai daerah. Santripreneur camp merupakan kegiatan yang diadakan oleh yayasan santripreneur Indonesia yang diinisiasi oleh Gus Sugeng Utomo atau yang biasa disapa Gus Uut, pengasuh Pondok Pesantren Dawam, Jawa tengah. Lahirnya gerakan ini tidak lain karena adanya kekosongan dalam pemaknaan dan anggapan miring terhadap santri.

Sebagaimana penuturan Khoirul Anam Founder Santripreneur Indonesia, Santripreneur Indonesia adalah wujud mengikis perspektif yang negatif dari kaum sarungan.

“Gerakan santripreneur Indonesia lahir karena ada kekosongan dalam pemaknaan hari santri, santri yang secara historis ikut andil dalam menegakkan perjuangan kemerdekaan justru saat ini dikenal kolot, ndeso, kampungan tidak modern dan tertinggal, akhirnya lahirlah gerakan ini.”

Sedangkan santripreneur camp sendiri adalah wadah untuk memotivasi para santri yang memiliki passion di dunia usaha untuk terus mengembangkan kegiatan wirausahanya. Tahapan kelas selanjutnya bagi santripreneur yang telah memiliki usaha dapat mengikuti santri expo untuk mengenalkan produknya di kancah pasar yang lebih luas.  Selanjutnya ada santripreneur award sebagai ajang penghargaan kepada santri yang telah berhasil mengembangkan usahanya.

“Santri itu biasa entrepreneur itu biasa tapi santripreneur itu luar biasa, akhiratnya dapat dunianya juga dapat, sempurna, gambaran santri yang sudah modern,”  Tambah Arif Ketua Santripreneur Indonesia ke tiga itu.

(Arina nur hidayah)

Leave a Reply

%d bloggers like this: