MWCI NU Riyadh adakan Seminar Kebangsaan Gus Dur Dalam Rangka Harlah NU ke-94 dan Haul Gus Dur Ke-10

Riyadh, Arab Saudi- Jumat (07/02/2020) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama yang ke-94 dan memperingati Haul Gus Dur ke-10 mengadakan Seminar Kebangsaan tentang pemikiran Gus Dur Pengurus MWCI NU Riyadh, Arab Saudi. Seminar ini Mengusung  tema Gus Dur : Guru, Inspirasi dan Pitutur untuk Pekerja Migran Indonesia Lebih Makmur”.

Acara tersebut di hadiri oleh para Ekspatriat Arab Saudi khususnya di daerah Riyadh dan sekitarnya serta lebih dari 200 warga Nahdliyin.  Dalam sambutan atas nama Pengurus MWCI NU Riyadh menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari melanjutkan dan melestarikan dakwah aswaja dan nahdliyah. Acara ini di hadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Drs. H. Agus Maftuh Abegabriel, M.Ag.,  dan seluruh Atase, Fungsi dan Staf KBRI Riyadh. Pemateri dalam seminar tersebut adalah Bapak Drs. H. Agus Maftuh Abegabriel, M.Ag., Bapak DR. H. Sa’dullah Affandy ( Atnaker ) dan Bapak H. Ahmad Ubaidillah, Ph.D. ( Atdikbud ).

Dalam Seminar, ketiga pemateri bergantian menyampaikan materi dan sudut pandang mereka tentang Gus Dur. Atdikbud menyampaikan materi yang lebih menyoroti tentang pemikiran dan intelektualitas Gus Dur yang sangat mendalam, dan kepiawaiannya dalam menguraikan isi kitab kitab kuning yang sesuai dengan konteks kekinian, Gus Dur merupakan ulama’ juga politisi ulung. Beliau juga yang menggagas pribumisasi Islam semisal mengganti salam dengan selamat pagi atau malam.

Pemateri kedua yaitu Atnaker lebih santai dalam menyampaikan sosok Gus Dur secara personal, menguraikan kekagumannya atas humanisme seorang Gus Dur,  intelektualitas serta humor-humornya.  Kemudian beliau melanjutkan, gusdur juga seorang politikus yang handal yang mampu memberi warna dan kekuatan penyeimbang bagi perpolitikan di Indonesia karena menolak adanya dominasi politik. Dan bagi Gus Dur puncak politik itu adalah kemanusiaan.

Materi yang ketiga disampaikan oleh Bapak Duta Besar, beliau adalah murid akademisnya Gus Dur. Bagi beliau, Sosok Gus Dur adalah seorang ensiklopedi yang di dalam dirinya terdapat segala hal. Beliau juga telah berhasil membukukan dan menerbitkan pemikiran Gus Dur dalam sebuah buku yang berjudul Islamku,  Islam Anda,  Islam kita. Beliau mengatakan bahwa Gus Dur merupakan satu-satunya sosok yang bisa ia temui pada zaman tersebut.

Gus Dur memiliki bacaan yang luas sehingga dapat menjadi rujukan ilmu pengetahuan. Bacaan Gus Dur tentang kitab turots ke – NU -an sudah  selesai. Di saat para kyai sedang sibuk dengan syarah kitab Fathul Mu’in, Gus Dur sibuk dengan buku De Vinci Code dan lainnya. Oleh karena itu, Gus Dur seperti ensiklopedi berjalan.  Dan buku yang kedua adalah Islam Kosmopolitan,  yaitu Islam yang internasional yang menyatukan segala bangsa-bangsa di dunia.  Melanjutkan materinya, Bapak Dubes bercerita akan kebersamaannya dengan Gus Dur hingga menjelang wafatnya. Menutup materinya beliau mempertegas bahwa Gus Dur adalah seorang pribadi yang memiliki kemampuan dalam segala hal.

Jurnalis : Ahmad Abdul Wahab, S.Ip. (sekretaris MWCI NU Riyadh)

Leave a Reply

%d bloggers like this: