Semarak Rangkaian Acara Harlah Virtual Nahdlatul Ulama (HAVANA) 98

Malang, Media Santri NU

Dalam rangka menyongsong 1 abad hari lahirnya NU, salah satu media resmi yang dibawah naungan PWNU Jawa Timur yaitu Aula Channel, mengadakan sebuah acara Harlah Virtual Nahdlatul Ulama (HAVANA). Berbagai kreasi seni Islami dari beberapa pondok pesantren di Jawa Timur ditampilkan dalam acara ini. Disamping itu, acara ini juga menghadirkan sesi dialog santai bersama para gus milenial di Jawa Timur. Acara HAVANA 98 ini adalah pembukaan dari sebagian rangkaian Harlah NU ke 98 yang puncaknya akan diselenggarakan pada  tanggal 28 Februari 2021/ 16 Rajab 1442 H.

Acara HAVANA 98 ini dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2021 secara virtual livestreaming melalui beberapa Channel Youtube. Salah satunya adalah Aula NU Channel dan beberapa channel lain. Dalam menyelenggarakan dan memeriahkan acara tersebut, Aula Channel menggandeng tujuh lembaga pondok pesantren yang ada di Jawa Timur. Diantaranya yaitu Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang, Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Pondok Pesantren Falahun Nashirin Senenan Bangkalan, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Ketujuh Pondok Pesantren tersebut menampilkan kreasi seni Islami yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh masing-masing pondok pesantren.

Sebelum menampilkan pertunjukkan dari masing-masing pesantren, para pengasuh memberikan sambutan sepatah dua kata terkait pelaksanaan acara HAVANA 98 ini. Seperti yang dituturkan oleh Dr. M. Haris,M. Kes., selaku pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang mengatakan “Semoga NU tetap menjadi perekat dakwah yang istiqomah dalam Ukhuwah Islamiyyah dan semoga generasi mudanya mampu meneladani sejarah dengan selalu mengedepankan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari”.

Seluruh Pondok Pesantren yang ikut andil dalam menyemarakkan acara ini, cukup sukses dalam menampilkan kreasi dan pertunjukkannya. Seperti Pondok Pesantren Gasek yang menyuguhkan penampilan “Sholawat Indonesia” ciptaan KH. Marzuki Mustamar serta kompilasi nadhom Aqidatul Awam, Imrithi, dan Alfiyah yang diiringi dengan musik akustik. Disamping itu, tidak kalah menariknya dari Ponpes Denanyar yang menampilkan penampilan teatrikal “SOS : Story of Santri” yang mengisahkan kehidupan seorang santri di pondok dimana pada awal kedatangannya dia entah secara terpaksa atau kemauan pribadi, sehingga Pondok Pesantren kerap kali dianggap sebagai penjara suci untuk tempat penggemblengan diri.

Pada pukul 19.58 WIB. KH. Marzuki Mustamar selaku ketua PWNU Jatim, membuka acara Harlah Virtual Nahdlatul Ulama’ (HAVANA) 98 ini secara resmi yang diawali dengan bacaan basmalah dan hauqolah. Sebelumnya, beliau juga berpesan kepada seluruh warga Nahdliyin, rekan-rekan santri, IPNU-IPPNU untuk selalu mengembangkan potensi di bidang keilmuannya. Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW, yakni علموا أولادكم من السباح والرماية فإنما خلقوا لزمان غير زمانكم.“Didik, ajari generasi anak-anakmu dengan berbagai skill seperti ilmu keterampilan dan pengetahuan teknologi. Sehingga mereka mampu menghadapi tantangan di zamannya, karena mereka akan menghadapi tantangan zaman yang tidak sama dengan apa yang kalian hadapi”. Demikian tutur beliau. Untuk menyegarkan suasana, acara ini juga menampilan sholawat modern oleh Dewi Hajar, Mutik Nida, serta Stand Up Comedy oleh Cak Silo, Ukil dan Gigid yang berhasil menghibur penonton.

Di penghujung acara, para penonton disuguhkan jagongan santai tentang “Motivasi untuk generasi Millennial dalam Menghadapi Era Digital” antara diisi oleh Gus Haris, Gus Reza, dan Ra Makki. Obrolan ringan tanpa kehilangan substansinya dengan para gus ini sangatlah menarik. Muncul beberapa pertanyaan, salah satunya mengenai sikap terhadap perkembangan teknologi yang dijawab oleh Ra Makki. Beliau menggunakan salah satu semboyan warga NU yakni ‘menjaga tradisi lama yang baik dan mengadopsi tradisi baru yang lebih baik.’ Sebagai closing statement, Gus Reza berpesan pada generasi muda NU untuk mempergunakan waktu sebaik-baiknya, karena dari ketiga fase kehidupan manusia, masa muda adalah fase dimana seseorang memiliki lebih banyak kekuatan.

Oleh :

  1. Fani Azfar
  2. M. Ardhi

Editor : RH Ula

Leave a Reply

%d bloggers like this: