4 korosan buku jihad NU Melawan Korupsi

Buku Jihad NU Melawan Korupsi bisa disebut sebagai wujud ketegasan NU dalam melawan korupsi. Diterbitkan oleh LAKPESDAM PBNU pada tahun 2016 telah di cetak sebanyak 2 kali.

Membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukan diri pada ritual-ritual hanya akan membiarkan proses pemiskinan bangsa yang semakin maju – Abdurrohman Wahid

Pada artikel ini akan dijelaskan empat dari tuju korosan yang terdapat dalam buku Jihad NU Melawan Korupsi. Empat korosan tesebut merupakan korosan-korosan yang menjelaskan tentang pandangan Nahdlatul Ulama’ Korupsi dan sejenisnya dari berbagai sudut serta komitmen NU dalam memberantas korupsi.

Berikut ini adalah empat korosan dalam buku Jihad NU melawan Korupsi :

Tindak Pidana Korupsi: Bentuk dan Perkembangan Mutakhir

Korupsi bukan sebuah kejahatan baru melainkan kejahatan tadisional dan telah terjadi di berbagai negara. Korupsi bahkan telah menjadi masalah internasional hingga PBB melalui resolusi 58/4 tanggal 31 Oktober 2013 dan dibuka di Merida, meksiko menerbitkan Konvensi PBB melawan korupsi (United Nations Convension Against Corruption/UNCAC) yang merupakan basis hukum yang menyatakan korupsi sebagai kejahatan transnasional.

KPK dalam mencermati UU Nomor 31 Tahun 2001 membagi korupsi menjadi dua. Pertama tindak pidana korupsi itu sendiri kedua kejahatan lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, kelompok kedua sebenarnya bukan korupsi namun berkaitan maka disebut sebagai tindak pidana korupsi.

Tindak pidana Korupsi dalam kelompok pertama yaitu tindak pidana korupsi itu sendiri terbagi menjadi tuju bagian, yaitu:

  • Merugikan keuangan dan/atau perekonomian negara;
  • Suap-menyuap;
  • Penggelapan dalam jabatan;
  • Pemerasan;
  • Perbuatan curang;
  • Penggelapan dalam jabatan; dan
  • Gratifikasi;

Selain itu juga ada tindak pidana korupsi di luar Undang-Undang. Komisi Pemantau Peradilan 2009 menyebutkan tindak pidana korupsi (tipikor) yang belum masuk UU pemberantasan korupsi, yaitu:

  • Kolusi;
  • Nepotisme;
  • Penyalagunaan fungsi, wewenang, atau kekuasaan;
  • Penggelapan di sektor publik;
  • Penggelapan di sektor swasta;
  • Perbuatan curanng di sektor swasta dan negara;

Korosan ini buku jihad NU melawan Korupsi juga menjelaskan berbagai tindak pidana korupsi hingga yang mutakhir. Selain itu buku jihad NU melawan Korupsi juga menambahkan berbagai ilustrasi tindakan pidana korupsi dalam berbagai bentuknya.

Tindak Pidana Korupsi Dalam Khazanah Fiqih

Saya diperintahkan agar menetapkan hukum berdasarkan fakta-fakta nyata sedangkan Allah yang mengurus masalah-masalah yang sifatnya batin – rahasia-Imam Syafi’i

Korosan ini buku jihad NU melawan Korupsi menguraikan hubungan antara tindak pidana korupsi dengan tindak pidana dalam fiqih jinayah.

Kata “niat” dalam KUHP antara lain terdapat dalam pasal 53 ayat (1) tentang percobaan pidana, yang berbunyi:

“Percobaan untuk melakukan tindak pidana, bila niat untuk itu telah nyata ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu bukan semata-mata disebabkan oleh kemauannya sendiri.”

Sedangkan kata verbal noun dari kata kerja nawa-yanwi. Secara etimologi berarti qodshodu’ wa dza’am “menyengaja dan berencana.

Selain penjelasan mengenai niat melakukan kejahatan korupsi dalam korosan ke-3 buku Jihad NU memlawan korupsi juga menjelaskan niat dan problematika pembuktian niat  hingga korupsi dalam sejarah nabi SAW.

Komitmen NU dalam Pemberantasan Korupsi

Kutipan pernyataan langsung dari keputusan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama’, No. 004/MNU-33/VIII/2015 tentang rekomendasi Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama’ bidang hukum, ditetapkan pada 04 Agustus 2015 M di Sidang Muktamar Jombang, Jawa Timur.

Dalam prosesnya keputusan ini telah melalui berbagai forum yaitu:

  • Forum kajian ilmiah sebelum draf rekomendasi,
  • Bahtsul masa’il pra-Muktamar ke-33,
  • Halaqah Alim Ulama’ tentang membangun gerakan pesantren anti korupsi oleh jaringan GUSDURian

Korosan ini juga menjelaskan respons NU Terhadap Korupsi serta tata niat dan prinsip dasar sikap NU, yaitu:

  • Tawassuth dan i’tidal
  • Tasamuh
  • Tawazun
  • Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Pandangan Keagamaan NU Tentang Tindak Pidana Korupsi Dan pencucian Uang

Hukuman mati merupakan hukuman maksimal yang ditawarkan NU untuk para koruptor. Karena faktanya korupsi merupakan kedzaliman yang luar biasa

Korosan ini berisi pandangan tindak pidana korupsi (TIPIKOR) dan pencucian uang dari sisi  keagamaan NU. termasuk di dalamnya mengenai korupsi dan pengelolaan keuangan negara.

Setelahnya juga dijelaskan bentuk-bentuk korupsi, yaitu:

  • Money laundry dan hibah terhadap pejabat negara
  • Penyuapan dalam penerimaan pegawai negeri
  • Risywah politik
  • Money laundering (ghasil al-amwal)

Dilanjutkan dengan pembahasan proses penegakan hukum dan hukuman bagi para koruptor. Tentunya korosan ini juga dilengkapi dengan argumentasi-argumentasi keagamaan sebagai pengat pandangan keagamaan NU terhadap tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

uraian diatas merupakan uraian singkat mengenai empat korosan dalam buku jihad NU melawan Korupsi. selain empat korosan ini juga ada tiga korosan lagi yang membahas mengenai Mukadimah buku jihad NU melawan Korupsi, agenda NU untuk pencegahan korupsi, dan epilog, silahkan baca buku jihad NU melawan Korupsi untuk memahami detail isi buku tersebut.

Membacalah maka kamu akan mengenal dunia, Menulislah maka dunia akan mengenalmu

Keterangan Buku,

Judul Buku         : Jihad Nahdlatul Ulama’ Melawan Korupsi

Penulis                 : Hifdzil Alim, mahbub Maafi Ramdlan, Marzuki Wahid, Dkk.

Penerbit              : Lakpesdam PBNU

Tebal Halaman  : 185 Halaman

ISBN                     : 978-979-18217-8-0

 

Oleh: Faiz Nur Musyafa’

Leave a Reply

%d bloggers like this: