Spekulasi Kecepatan Tarawih

Sholat tarawih kata lain dari sholat malam saat bulan Ramadhan. Sejak lama masalah berkaitan dengan tarawih selalu hangat bahkan panas untuk dibicarakan seperti ketela rebus yang baru diangkat dari pegukus, aromanya selalu menggugah untuk dicicipi. Permasalahan klasik diantaranya adalah jumlah rokaat, ada tidaknya qunut di setengah terakhir Ramadhan, surat-surat apa yang sunah dibaca, masalah fadhilah atau keutamaan melakukan sholat ini hingga masalah durasi dan kecepatan dan keakuratan sholat tarawih ini jadi lomba balapan atau rebutan pahala heu…heu….

Pembahasan kali ini tentang salah satu topik permasalahan dalam tarawih yaitu durasi sholat tarawih tapi kalau membahas kesannya kaya serius ya, mungkin ngobrol tipis-tipis lah enaknya. Jadi sudah umum diketahui bahwa nabi mensunnahkan melakukan sholat sunnah malam utamanya dibulan Ramadhan, bulan dimana pahala dilipat gandakan bahkan tidur pun dihitung ibadah tapi ya jangan setelah subuh tidur bangun-bangun jam 5 sore ini tidur apa latihan mati hiya…hiya… Kembali ke topik tarawih merupakan bentuk jamak dari tarwih yang berarti banyak istirahat kalau umumnya pakai 20 rakaat, tiap empat rakaat istirahat, maka total ada 5x istirahat, tapi kalau misal 8, 4 rakaat istirahat, 4 rakaat lagi sudah selesai hanya sekali, nggak jadi banyak istirahat berarti bukan tarawih? Hmm entah ya, kan cuma misal tadi, hehe…

Banyak viral video-video masalah tarawih tercepat. Di sini mungkin banyak yang pro kontra akan hal ini. Mendengar ngaji dari yai Marzuki beliau dawuh yang intinya seperti ini, “Jangan lah sengaja melama-lamakan sholat, terlihat di fasih-fasihkan, biar terkesan khusyu’ tetapi ada modus agar jamaah nggak kuat sholat lama yang biasanya 20 rakaat jadi minta diskon itu tidak boleh, ataupun sebaliknya sholat dicepat-cepatkan seperti makmum belum i’tidal langsung “ndlosor” karena takut nggak kebagian takjil, eh takut ketinggalan imam. Imam terlihat tidak tuma’ninah yang merupakan salah satu rukun fi’liyah dalam sholat bahkan mungkin satu rakaat hanya sekali nafas. Cepat-cepatan dalam sholat dengan alasan agar makmum kuat jamah 20 rakaat juga tidak bisa dibenarkan, jika sampai meninggalkan salah satu atau beberapa rukun sholat (mungkin juga tidak semua imam niatnya seperti ini).

Ada juga yang berkomentar, lha di arab di Mekkah Madinah sholatnya juga lama-lama, 3-4 jam, iya di sana memang kebanyakan selain penduduk asli adalah jammah umroh yang memang berniat ketika berangkat mau full ibadah, masak ada jamaah umroh mau niat cari burung merpati di sana, makanan sudah dijamin dari hotel / travelnya, gak perlu mikir ke sawah, ke pasar, atau nguli. Lha kita disini, mau ikut ala-ala arab, sholat 4 jam, ya makmumnya klenger/lelah. Pagi karena capek terus tidur, lha yang ngurusi sawah siapa, ke pasar, ngantor siapa, jadi ambyar semua.

Para kyai sebenarnya memberikan solusi agar masyarakat mampu tetap sholat tarawih 20 rakaat tapi juga tidak kebut-kebutan kaya balapan, tetap tuma’ninah dan tidak meninggalkan rukun-rukun sholat. Surat yang dibaca yang pendek, tetap tuma’ninah, walaupun tidak selama sholat fardhu biasanya, pas buat yang muda maupun yang sudah berumur. Memang benar yang baik adalah “Sak madyo ae” yang tengah-tengah, tidak terlau lama sehingga banyak yang nggrundel, atau jangan terlalu cepat, mungkin yang muda-muda seneng, cepat selesai lha  yang tua, yang punya keju linu, encok, asam urat bisa kambuh punggungnya, heu…heu…

Oleh: Dwi Rifa’i

Leave a Reply

%d bloggers like this: