Pesantren Benteng Agama dan Negara

Pesantren Benteng Agama dan Negara

Oleh: Mahalasari*

 

Seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat Indonesia, perlu adanya dukungan peningkatan pengembangan pendidikan. Banyak orang tua yang semakin memperhatikan kualitas pendidikan anaknya. Hingga saat ini, pesantren mampu bertahan dan semakin mengalami perkembangan pendidikan yang sangat pesat. Pesantren disebut-sebut mampu menjadi pendidikan alternatif serta harapan  kemajuan sistem pendidikan nasional di Indonesia. Peran pesantren tidak hanya sebagai jembatan penghubung dalam kegiatan belajar mengajar saja, akan tetapi pesantren diharapkan mampu memperbaiki degradasi moral pemuda bangsa yang saat ini semakin terkikis oleh globalisasi dan kemajuan teknologi.

Peran pesantren sebagai benteng agama dan negara, pesantren digunakan sebagai pemersatu dan memperkuat rasa nasionalisme dan kebangsaan. Adanya penerapan Full Day School (FDS) yang saat ini sedang digembor-gemborkan pemerintah merupakan sumber acuan dari penerapan pendidikan pesantren. Jika FDS sedang marak digencarkan sebagai perbaikan sistem pendidikan nasional di Indonesia, maka pesantren telah menerapkannya lebih dulu hingga sekarang. Bahkan dalam pembelajaran di pesantren, para santri tidak hanya mengikuti full day school bahkan juga pada waktu malam, dengan syarat para santri harus bermukim atau bertempat tinggal di pesantren tersebut.

Pesantren mampu melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki daya saing keilmuan tingkat nasional atau bahkan dalam kancah Internasional, misalnya Gus Dur. Keberhasilan pendidikan pesantren dalam sistem pendidikan nasional dapat kita lihat dalam kepemimpinan beliau. Bahkan dalam pidatonya Presiden Jokowi pada peringatan Milad ke-90 Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, beliau mengatakan bahwa pesantren dapat ikut serta dalam membangun karakter dan mental kebangsaan yang sekarang tergerus oleh kemajuan zaman serta teknologi modern. Pendidikan pesantren mampu dijadikan acuan dalam penanaman solidaritas antara pendidik dan peserta didik. Oleh sebab itu, pendidikan pesantren tidak hanya mempelajari seputar ilmu pengetahuan, akan tetapi yang terpenting adalah pemberian pendidikan karakter, yaitu menanamkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan, moralitas, kebangsaan serta bagaimana memperkuat keterikatan dengan adat istiadat budaya ketimuran yang sangat dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.

Baca juga : Kisah KH. Sahal Mahfud tak bertemu istri seusai akad nikah

Selaras dengan kemajuan globalisasi dan teknologi informasi yang bertambah pesat hingga saat ini, semakin pudar pula identitas bangsa, karakter, dan nilai-nilai ke-Indonesiaan, seperti sopan santun, optimisme, kerja keras, gotong royong, bahkan prinsip-prinsip toleransi sesama manusia. Hal ini disebabkan tidak adanya filterisasi berita yang masuk karena kemajuan teknologi informasi melalui media-media sosial yang tersebar. Dengan demikian, pola pendidikan pesantren dianggap mampu digunakan sebagai kiblat pendidikan alternatif, maka sudah semestinya berkembang dan tetap memberikan harapan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena pola pendidikan pesantren masih mengadopsi tradisi pendidikan tradisional khas Indonesia, sehingga terdapat nilai-nilai karakter yang terbangun dari model pembelajarannya serta nilai keikhlasan dari pendidik dan juga peserta didik. Hal ini dapat dijadikan dasar dalam menepis anggapan bahwa pesantren sebagai agen penularan radikalisme dan terorisme.

Kekayaan terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak hanya terbatas pada keindahan alam dan masyarakatnya yang dikenal sopan santun serta menjunjung tinggi adat ketimuran, akan tetapi memiliki kekayaan budaya yang khas, yaitu pesantren itu sendiri. Sehingga, pesantren khas Islam Indonesia tidak akan ditemukan di negara-negara manapun, termasuk negara-negara yang mayoritas muslim sekalipun. Oleh karena itu, tradisi yang ada di dalam pesantren tersebut wajib dikembangkan demi terciptanya masyarakat yang beradab.

Pendidikan merupakan tolok ukur kamajuan suatu bangsa, karena pendidikan termasuk cerminan dari maju mundurnya peradaban bangsa tersebut. Oleh sebab itu, pesantren-pesantren diharapkan mampu menjadi pintu gerbang dalam membuka cakrawala dunia pendidikan. Tidak hanya sekedar mampu membaca huruf-huruf, akan tetapi lebih dari itu, yaitu mampu membentuk nilai-nilai karakter sebagai identitas bangsa, khususnya di Indonesia. Wallohu a’lam. (Mahalasari/Muhammad Faishol)

baca juga : Pondok pesantren |Darul Huda Ponorogo

Leave a Reply

%d bloggers like this: