Tanah Pesantren

Di tanah ini, dulu kakiku berpijak

Menjadi saksi kantuk dan tintaku

Saksi atas tindak dan tundukku

Di tanah ini, kini kenanganku berpijak

Menapaki tilas coretan pena

Yang berusaha tegak

Melawan nafsu sedikit asa

Di tanah ini, jalanku melangkah

Dalam suci dan burukku

Dalam puji dan cela

Dalam tawa dan tangis

Di tanah ini,

Berangkulan tawa rindu

Kawan seperjuangan

Berangkulan tangis temu

Keluarga di rumah nun jauh sana

Di tanah ini,

Aku berhutang budi.

Pesantren-ku, Hidayatul Mubtadi-ien Ngunut.

Salam Bismillahku, untuk-mu.

Leave a Reply

%d bloggers like this: