Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Blitar berbondong-bondong menuju PP Maftahul Ulum Kanigoro. Mereka merupakan utusan dari masing- masing PAC dan ranting se Kabupaten

Blitar untuk mengikuti Konferensi Cabang IPNU ke- 22, dan IPPNU ke- 21 di Blitar. Pelaksanaan konfercab diselenggarakan selama 3 hari 27-29 September 2019.

Dalam acara tersebut terdapat hal menarik dimana pembukaan konfercab IPNU IPPNU dilakukan di pendopo Kabupaten Blitar dengan harapan dapat terjadi sinergitas ipnu dengan pemerintah. Hal tersebut sesuai tema KONFRCAB kali ini “Sinergi Pelajar NU dalam Mewujudkan Generasi Berkualitas.” KONFERCAB IPNU IPPNU Blitar dibuka langsung oleh Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, M.M.. Selain Bupati juga dihadiri Syuriah & Tanfidziyah PCNU Blitar, dan Ketua PW IPNU Jawa Timur yang juga mantan ketua PC IPNU Blitar. Dalam sambutannya Yai Da’in berpesan, “Kader IPNU IPPNU dalam menanggapi segala kejadian dan informasi yang ada harus dilandasi dengan ilmu, terjemahkan dengan akhlak, itu baru disebut kader IPNU IPPNU yang kokoh aqidah aswajanya, dan kuat mengembangkan ilmu pengatahuan.”

Setelah rangkaian kegiatan pembukaan, konfercab difokuskan di PP Maftahul Ulum. Kegiatan diawali sambutan tuan rumah yang disampaikan oleh Gus Boby. Menurut beliau karakter anak-anak IPNU IPPNU adalah karakter santri, kita harus memiliki semangat santri dan semangat kiai terdahulu yang berjuang di segala medan dan kondisi untuk selalu membimbing dan mendampingi umat, serta tidak mudah terpengaruh beriata hoax.

SINERGI PELAJAR NU BLITAR

Acara khas dari KONFERCAB IPNU IPPNU Blitar yaitu IPNU-IPPNU award merupakan ajang perlombaan antar PAC terkait kaderisasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Terdapat berbagai kemajuan dari 3 kriteria lomba dari masing-masing PAC, seperti inovasi dibidang kaderisasi, IT, prestasi kader, wirausaha, hingga  kerjasama luar negeri. Agar peserta konferensi tidak ngantuk atau bosan, panitia juga menjamu peserta dengan berbagai tampilan dari tiap PAC dan juga menyediakan stan-stan bazar yang diisi produk-produk dari rekan-rekanita maupun santri Maftahul Ulum, berupa jajanan, merchandise hingga kopi. Adanya stan untuk memanjakan peserta agar tidak perlu keluar area konfercab, dan juga lebih mengenalkan produk-produk asli IPNU IPPNU.

Dalam rangkaian kegiatan selain sidang pleno, terdapat juga ngaji riset dan temu pimpinan komisariat se-Kabupaten Blitar, dengan pemateri dari PW ipnu ippnu Jatim, juga ada talk show dari Kapolres Blitar. Dari data presensi konfercab kali ini dihadiri + 658 peserta, perwakilan dari 21 PAC dan 200-an lebih ranting se-kabupaten  yang berdiri.

“Pelajar harus menyesuaikan dakwah sesuai zamannya, karena sekarang era teknologi, ya dakwah kita melalui media, sehingga diadakan media-media pers di tiap-tiap PAC, serta mewadahi potensi dari kader-kader,” kata Huda selaku ketua pelaksana. Melanjutkan regenerasi dan estafet kepemimpinan dari IPNU IPPNU di Blitar.”  Selain untuk pemilihan ketua baru, konfercab merupakan wadah dan forum untuk silaturahiim dan munculnya inovasi-inovasi baru dari PAC atau ranting lain yang lebih baik sehingga dapat menjadi referensi untuk kemajuan PAC selanjutnya. Pada kegiatan ini bupati Blitar juga mengajak untuk deklarasi Blitar bebas sampah plastik.

Alasan dilakukannya KONFERCAB di pondok pesantren adalah untuk menanamkan karakter kesantrian dalam diri pelajar NU, karena IPNU IPPNU merupakan wadahnya pelajar, mahasiswa dan santri. Tidak lupa peserta meneriakkan jargon, “Siapa kita pelajar NU, NKRI harga mati, Pancasila jaya, nusantara milik kita.” (Kang Rifai)

Leave a Reply

%d bloggers like this: