BeritaDaerahDunia IslamInternasionalKalam HikmahNasionalPesantren

Lupa Tidak Niat Puasa Ramadhan di Malam Hari

Penulis: Ayu Setia Ningsih I Editor: Putri Nahdliyah Ayu khumaidah

Puasa merupakan kewajiban setiap muslim yang terdapat di dalam rukun Islam yang ke-4. Seseorang memiliki kewajiban berpuasa dengan berpantang dari makanan, minuman, dan mengendalikan nafsu. Di bulan suci ramadhan ini, kita patut bersyukur karena bisa menjumpai bulan yang penuh kerberkahan. Banyak orang berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Seperti halnya ibadah sholat, puasa juga memiliki ketentuan agar puasa kita bisa sah.

Syarat sah puasa

Penting kiranya jika kita memperhatikan syarat sah puasa agar puasa yang kita lakukan membawa manfaat serta akan lebih mudah masuk dalam perenungan makna-makna puasa. Puasa ramadhan dilakukan setahun sekali, meskipun sudah beredar puasa ramadhan ada dua kali pada tahun 2030, alangkah baiknya kita mengingat kembali syarat sah puasa.

Baca juga: Nuzulul Qur’an: 17 Ramadhan atau Malam Lailatul Qadar?

Puasa yang sah apabila kita menjalankan rukun dari puasa. Pertama kita harus niat. Niat puasa ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum melakukan ibadah puasa. Hal ini berbeda dengan puasa sunnah yang bisa kita ucapkan pada pagi hari atau selama orang tersebut belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. Berikut niat puasa :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Kemudian menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa menahan diri dari yang membatalkan puasa dari waktu mulai puasa hingga waktu berbuka tiba. Begitu maha suci Allah yang mendekatkan hamba kepada-Nya.

Baca juga: Hukum Ghibah saat Puasa Ramadhan, Bisa Hapuskan Pahala Puasa

Lupa niat puasa di malam hari

Lupa merupakan hal yang lumrah terjadi. Manusia tercipta dengan kesempurnaan dan juga memiliki kelemahan masing-masing. Seperti contohnya, di bulan ramadhan ini kita memiliki potensi lupa apalagi di hari pertama puasa. Biasanya niat puasa dilafadzkan ketika kita selesai sholat tarawih berjamaah bersama imam. Lalu bagaimana jika pada saat itu kita tidak melakukan sholat tarawih yang mengakibatkan kita lupa niat pada malam harinya.

Apabila sesorang lupa niat maka wajib baginya mengqadhanya dan tetap wajib berpuasa pada hari itu hingga berbuka. Begitu pentingnya niat puasa sebagai syarat sah puasa wajib. Para kyai dan masyayikh memberi solusi dengan mengadopsi teori mazhab Maliki dalam niat di awal ramadhan, meski penduduknya mayoritas penganut mazhab Syafi’i. Berikut tuntunan niat puasa yang dilafadzkan Kiai Marzuki Mustamar (Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim) :

Bismillahirrohmanirrohim…

Nawaitu shouma romadhon Fii hadasyahri kullihi fardhon lillahita’laa

Tapi bukan berarti kita meninggalkan niat puasa di malam hari, hanya saja ini berguna untuk berjaga-jaga saat kita lupa niat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *