Artikel

Filosofi Ketupat dan Lepet

Ahad, 08 Mei 2022

Penulis: Musa Al Kahfi I Editor: Fani Azfar

Arti Kata Ketupat

Menurut filosofi Jawa, ketupat atau kupat memiliki, merupakan kependekan dari kalimat “Ngaku lepat” (Jawa) yang artinya mengakui kesalahan.

Tindakan ngaku lepat biasanya ditandai dengan tradisi sungkeman yang dilakukan oleh orang Jawa. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua dengan bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan.

Berasal dari Kata Laku Papat

Adapun pendapat lain mengatakan, kupat juga berasal dari kata Laku papat yang artinya 4 tindakan. Keempat tindakan tersebut diantaranya yakni,

  1. Lebaran;  Lebar, sudah, usai, atau selesai. Menandakan berakhirnya waktu puasa.
  2. Luberan; Melebar atau melimpah. Maksudnya adalah ajakan bersedekah yang ditujukan kepada fakir dan miskin yang ditandai dengan mengeluarkan zakat fitrah.
  3. Leburan; Lebur atau sudah habis. Maksudnya adalah dosa dan kesalahan akan melebur habis setelah hari raya, hal ini dikarenakan umat Islam diajarkan untuk saling memaafkan satu sama lain.
  4. Laburan;  Berasal dari kata ‘labur’ atau kapur yang biasa digunakan untuk menjernihkan air maupun pemutih dinding. Maksudnya adalah supaya manusia selalu menjaga kesucian baik lahir maupun batin.

Baca juga: Tips Menjaga Semangat Ibadah Puasa Anak-anak Pasca-Ramadhan

Kurang pas rasanya kalau kita membahas ketupat, akan tetapi tidak dengan pasangannya. Siapa lagi kalau bukan makanan yanag bernama Lepet. Makanan yang berasal dari beras ketan yang di bungkus dengan janur kelapa memiliki makna filosofi yang bertautan dengan kupat. Lalu, apa makna filosofinya?

Makna Filosofi Kupat

Kenapa kupat selalu dibungkus dengan janur? Hal itu dikarena janur berasal dari kata Arab Ja’an-nur yang artinya telah datang cahaya. Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.

Ketika seseorang mengakui kesalahannya, hatinya akan seperti kupat yang dibelah. Pasti isinya putih bersih. Hati yang tanpa adanya rasa iri dan dengki. Kenapa bisa begitu? dikarenakan hatinya sudah dibungkus dengan cahaya (Nur).

Baca juga: Aurat Wanita Menurut Syari’at Islam

Makna Filosofi Lepet

Lepet merupakan kependekan dari kata Silep kang rapet. Kata tersebut biasa digunakan dalam kalimat Angga dibenci lamintang rapet yang artinya, mari kita kubur atau tutup  rapat.

Setelah ngaku lepat, lalu meminta maaf dan menutup kesalahan yang sudah dimaafkan. Artinya, jangan sampai di ulangi lagi kesalahan yang sama, supaya persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *