ArtikelOpini

Menjaga Nafas NKRI: Pesan Kedewasaan dan Kedaulatan di HUT RI ke-81

Malang, Memasuki usia ke-81 tahun, Republik Indonesia menghadapi tantangan besar yang menuntut seluruh elemen bangsa untuk bersikap semakin matang. Pada statement beliau baru-baru ini, KH. Marzuqi Mustamar menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya persatuan dan kerukunan.

Menurut beliau, kedewasaan sebuah bangsa tecermin dari komitmen kolektif untuk menjaga NKRI sebagai harga mati. Namun, komitmen ini tidak boleh berhenti pada slogan semata. Beliau menyoroti pentingnya kedaulatan ekonomi, di mana seluruh rakyat, pejabat, dan aparat harus bersinergi melindungi kekayaan alam dari penguasaan pihak asing.

Beliau memperingatkan adanya oknum-oknum yang secara fisik adalah warga Indonesia,namun bekerja demi agenda asing dan kepentingan pribadi yang merugikan negara.

Penegakan Hukum yang Adil sebagai Kunci

Lebih lanjut, Kyai Marzuqi menekankan bahwa penegakan hukum yang adil adalah kunci stabilitas nasional. “Mari bersama-sama mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Lewat cara itu, potensi konflik dan perpecahan dapat dihindari, sehingga Indonesia tetap lestari selamanya,” tegasnya dalam ungkapan tersebut.

Baca juga: Hubbul Wathan Minal Iman: Cara Umat Muslim Indonesia Mendamaikan Agama dan Nasionalsime Modern

Dari sisi keamanan nasional, beliau mengingatkan agar jangan pernah ada elemen bangsa yang mencoba memisahkan diri dari NKRI. Beliau mencontohkan bahwa keretakan satu wilayah akan memicu efek domino yang membahayakan kelompok minoritas di wilayah lain. Dengan tetap bersatu dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945, hak-hak setiap pemeluk agama dari Sabang sampai Merauke akan tetap terlindungi di bawah payung hukum yang sama.

Penting Membina Budaya Guyub Rukun

Sebagai penutup, KH. Marzuqi Mustamar mengajak masyarakat untuk mengedepankan budaya “guyub rukun.” Melalui keharmonisan sosial dan pendekatan yang damai, Indonesia tidak hanya akan merdeka secara administratif, tetapi juga kuat secara batiniah sebagai bangsa yang berdaulat di atas kaki sendiri.

Baca juga: Jelang Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Gus Rozaq Ajak Teladani Mata Batin Mbah Wahab

“Jaga ekonomi kita, jaga kekayaan alam kita. Jangan biarkan pihak asing atau segelintir pengkhianat berwajah Indonesia menguasai Bumi Pertiwi demi kepuasan diri sendiri. Dirgahayu untuk negara dan bangsaku. Negara Kesatuan Republik Indonesia!”

Editor: Tim MSN

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *