Opini

Kita Punya Rencana, Allah Punya Jalan

Pernah nggak, kamu sudah menyusun rencana hidup sedemikian rupa, tetapi kenyataannya justru berjalan ke arah yang sama sekali berbeda?

Kita ingin kuliah di tempat tertentu, tetapi gagal. Ingin mendapatkan pekerjaan impian, tetapi justru ditolak berkali-kali. Ingin menikah dengan seseorang yang kita cintai, tetapi hubungan itu harus berakhir. Atau mungkin, kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.

Pada titik seperti itu, sering kali kita bertanya, “Kenapa harus begini, Ya Allah?.” Padahal, bisa jadi ada satu hal yang perlu kita pahami “Jika kita tidak berjalan di jalan yang kita inginkan, bukan berarti kita sedang berjalan di jalan yang salah. Bisa jadi, kita sedang berjalan di jalan yang Allah inginkan”

Kita Punya Rencana, Allah Punya Takdir

Sebagai manusia, wajar jika kita memiliki banyak keinginan. Kita membuat target, menyusun rencana, mengejar cita-cita, serta berharap semuanya berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita bayangkan.

Baca juga: Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan

Namun, hidup tidak selalu mengikuti skenario yang kita buat. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 216:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۚ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًَا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa pengetahuan manusia sangat terbatas. Kita hanya melihat apa yang ada di depan mata, sementara Allah mengetahui apa yang terjadi di baliknya.

Kita mungkin menganggap sebuah kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Namun, bisa jadi kegagalan adalah cara Allah menyelamatkan kita dari sesuatu yang belum kita ketahui. Kita mungkin menangisi seseorang yang pergi. Namun, bisa jadi Allah sedang mengosongkan tempat agar sesuatu yang lebih baik dapat hadir dalam hidup kita.

Tidak Semua yang Kita Inginkan Harus Menjadi Milik Kita

Ada kalanya kita yakin bahwa sesuatu adalah yang terbaik untuk kita. Namun, ketika semuanya tidak terjadi, kita merasa kecewa terhadap keadaan. Bahkan terkadang tanpa sadar kita merasa kecewa kepada Allah. Padahal, masalahnya bukan karena Allah tidak mendengar doa kita. Mungkin Allah mendengar, tetapi memilih memberikan jawaban yang berbeda.

Ada doa yang Allah kabulkan sesuai dengan permintaan kita, sehingga Allah tunda sampai waktu yang tepat. Ada doa juga yang Allah ijabah dengan sesuatu yang jauh berbeda karena Allah mengetahui apa yang benar-benar kita butuhkan.

Di sinilah kita belajar tentang tawakal. Tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Tawakal adalah tetap berusaha sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Jalan yang Kita Pilih Belum Tentu Jalan yang Terbaik

Kadang kita terlalu sibuk mengejar apa yang kita inginkan sampai lupa bertanya, “Apakah ini benar – benar baik untukku.?” Kita sering berdoa agar Allah memberikan apa yang kita mau. Padahal, doa yang lebih baik misalkan seperti,

“Ya Allah, jika ini baik untukku, mudahkanlah. Jika tidak, jauhkanlah dan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik.”

Hal ini dikarenakan kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Pekerjaan yang kita impikan justru membuat kita jauh dari keluarga. Bisa jadi hubungan yang kita pertahankan ternyata membuat kita semakin jauh dari Allah. Termasuk kesuksesan yang kita kejar ternyata membawa kesombongan dalam diri.

Sebaliknya, sesuatu yang awalnya kita anggap sebagai musibah bisa menjadi jalan menuju kedewasaan, ketenangan, bahkan semakin dekat kepada Allah.

Jangan Membenci Jalan yang Sedang Kamu Jalani

Jika hari ini hidupmu terasa berbeda dari rencana, jangan langsung menyimpulkan bahwa hidupmu gagal. Mungkin kamu berada di fase yang tidak kamu mengerti. Kamu sedang dipaksa belajar sabar, atau sedang belajar melepaskan. Pada konteks ini Allah sedang mengajarkanmu bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari memperoleh apa yang kamu inginkan.

Baca juga: Menjaga Nafas NKRI: Pesan Kedewasaan dan Kedaulatan di HUT RI ke-81

Tanpa kamu sadari, Allah sedang membawamu menuju sesuatu yang jauh lebih baik. Kita tidak harus memahami seluruh jalan untuk tetap percaya kepada Allah. Seorang manusia hanya perlu melangkah sejauh yang ia mampu. Berusaha, berdoa, memperbaiki diri, lalu belajar menerima ketika hasil akhirnya berbeda dari harapan.

Terkadang, jalan yang tidak kita pilih justru menjadi jalan yang paling kita butuhkan. Jadi, jika hari ini hidupmu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, jangan terlalu cepat menyalahkan keadaan.

Bisa jadi, kamu memang tidak sedang berjalan di jalan yang kamu inginkan. Tetapi kamu sedang berjalan di jalan yang Allah pilihkan. Selama jalan itu mendekatkanmu kepada-Nya, itulah jalan terbaik yang bisa kamu tempuh.

Penulis: Mufit Suyuti

Editor: F. Azfar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *