Etos Kerja dalam Pandangan Islam
Remaja adalah masa-masa yang banyak menimbulkan kebimbangan. Masa remaja banyak diisi oleh kaum muda. Mereka bingung antara melanjutkan pendidikan, jejak karier, melangkah kerja, atau mengalir begitu saja. Setiap pilihan kembali kepada masing-masing individu. Tentang bagaimana konsisten dalam menjalankan pilihannya. Hal ini juga menjadi bagian penting ketika seseorang memilih untuk bekerja.
Landasan Al-quran
Secara umum, dunia pekerjaan selalu meliputi kesibukan di sekeliling kita, sehingga dari kesibukan itu, kita memperoleh upah dari hasil usaha giat kita. Namun, yang perlu ditanamkan adalah, memaknai pekerjaan sebagai suatu manifestasi dari amal saleh, ibadah seorang hamba yang terus berkelanjutan demi mengharap ridho-Nya. Itulah pemaknaan dari etos kerja menurut pandangan islam. Sejalan dengan firman Allah SWT. tentang penciptaan makhluk-Nya,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
“Dan tidak Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”, (Q.S adz-Dzaariyat : 56)
Baca Juga : RMI PBNU Buka Pendaftaran Pelatihan Bahasa Inggris, Berikut Jadwal Seleksinya
Prinsip Utama Etos Kerja
Dalam hubungannya dengan kacamata islam, etos kerja bukan menerus pada pemaknaan kerja keras, tetapi juga berkaitan dengan bentuk keikhlasan kita dalam melakukan suatu pekerjaan karena Allah Swt. Janganlah kita terlalu semangat dalam bekerja, namun lupa pada kewajiban islam yang harus dijaga. Tentu semua juga harus dikembalikan pada hakikat penjagaan dari Allah Swt. Oleh karenanya, mari mengenal lebih dekat pada prinsip-prinsip utama dalam etos kerja menurut pandangan islam. Berikut penjelasannya:
- Ikhlas, menata niat
Pekerjaan diniatkan untuk mencari ridha Allah, bukan hanya duniawi, namun menjadikannya bernilai ibadah.
- Itqan, kesungguhan dan profesionalitas
Melaksanakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, cermat, dan berkualitas tinggi, karena Allah mencintai orang yang bekerja dengan itqan (HR. Thabrani).
- Amanah, tanggung jawab
Menjaga kepercayaan, berlaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab penuh atas tugas dan hasilnya kepada Allah, negara, organisasi, dan sesama.
Baca Juga : Kakbah dan Mitos yang Menyudutkan Spiritualitas
- Jujur
Menjaga integritas, tidak menipu, dan selalu bersikap benar dalam segala aktivitas bisnis maupun pekerjaan (HR. Ahmad).
- Disiplin Waktu
Memanfaatkan waktu secara efektif, tidak bermalas-malasan, dan menghindari penundaan.
- Halal
Bekerja dengan cara yang dibenarkan syariat islam, baik dari jenis pekerjaannya maupun cara menjalankannya.
- Produktif dan Kreatif
Berusaha keras, inovatif, dan pantang menyerah, memandang kegagalan sebagai pelajaran, serta terus belajar dan berkembang.
Penutup
Alangkah indahnya jika semua pekerjaan disandarkan kepada Allah Swt. Pada setiap langkah yang ditempuh, proses yang dilalui, dan hasil yang diraih, akan terasa ringan. Disini penulis hanya ingin mengajak untuk bertafakkur dan refleksi diri. Sejauh mana kita memaknai pekerjaan yang kita jalani dengan penuh syukur dan tanggung jawab. Semoga Allah Swt. senantiasa menjaga diri dan hati kita dari kelalaian dunia, sehingga mampu istiqomah menjalankan perintah-Nya sesuai syariat islam.
Penulis : Zahrotul Imro’ah
Editor : Muhammad Fachri Hibatullah



