Pertahankan Tradisi NU, Santri Ponpes Gasek menjadi Sarjana Kuburan
Ziarah makam leluhur dan auliya’ merupakan tradisi yang melekat pada diri warga NU. Tak jarang, orang yang sering melakukan ziarah kubur diberi gelar dengan sarkub alias sarjana kubur. Seperti yang telah dilakukan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad Malang, ketika mengisi akhir pekannya dengan melakukan ziarah makam auliya’ (12/09/2021). Aliansi yang diketuai oleh Najmul Ulum ini diberi julukan Sarkub.
Baca juga : Bekerja sama dengan Staf Kepresidenan RI, Polresta Malang Kota Gelar Vaksinasi Serentak di Pondok Pesantren.
Bentuk pelestarian budaya NU
Kegiatan nyarkub ini merupakan salah satu wujud anggota sarkubers dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan mengingat kematian dan adanya kehidupan yang abadi di akhirat. Najmul Ulum menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kegiatan nyarkub adalah melestarikan budaya NU.
“Warga NU sangat senang melakukan tradisi ziarah makam auliya’, maka tujuan adanya sarjana kuburan di Ponpes Gasek adalah untuk nguri-nguri budayanya NU dan juga budaya santri-santri Ponpes Gasek pada zaman dahulu, karena kegiatan ini sudah ada sejak lama.” tambah ketua Sarkub Ponpes Gasek tersebut.
“Dulu ada yang mengatakan bahwa sarkub bukanlah kepanjangan dari sarjana kuburan, tapi sarana kuburan. Sehingga harapannya melalui ziarah kubur, kita bisa selalu mengingat kematian.” jelas santri Senior Ponpes Gasek yang kerap disapa Kang Samson.

Ajang mempererat tali silaturahmi
Selain melakukan ziarah, anggota sarkubers juga melakukan silaturrahmi ke santri atau alumni yang rumahnya sejalan dengan tujuan ziarah. Tujuannya adalah untuk mempererat persaudaraan antar santri Ponpes Gasek. Agenda lain yang juga dilakukan para Sarkubers yaitu santunan kepada anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan dengan berbekal uang hasil iuran dan baju-baju bagus yang sudah tidak terpakai.
Baca juga : Bulan Safar: Latar Belakang Nama dan Mitos Kesialan di Dalamnya.
“Agenda santunan ini diharapkan dapat melatih jiwa sosial anggota sarkuber, sehingga peka dengan keadaan sekitar dan tidak individualis.” tambah Samson.
Ketua Sarjana Kubur, Najmul Ulum juga menambahkan bahwa harapannya kegiatan ini dapat lestari, tetap berjalan dan dapat diteruskan secara turun-temurun oleh santri-santri baru.
Penulis : Eliza Fitri K.
Pewarta sekaligus Editor : F. Azfar



