
(Batu, 08 Januari 2025) — Perusahaan Pemuda Mendidik menyelenggarakan pelatihan media pembelajaran dalam bentuk Board Game untuk para guru di SD Integral Al-Fattah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami sosial-emosional dan kecakapan siswa dalam mengambil keputusan yang disajikan dalam media permainan.
SD Integral Al-Fattah yang baru berusia 9 tahun ini disebut Kepala Sekolah sebagai institusi yang masih membutuhkan banyak bimbingan. “Kami bersyukur mendapat pendampingan dari Pemuda Mendidik. Guru-guru kami antusias belajar, siswa-siswa unggul, dan kami siap berkolaborasi untuk memberikan sumbangsih lebih di dunia pendidikan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Awaluddin, perwakilan dari Pemuda Mendidik menegaskan komitmennya sebagai mitra sekolah. “Kami tidak hanya mendampingi proses pembelajaran, tetapi juga siap membantu pengembangan literasi melalui program kepenulisan hingga penerbitan karya. Kolaborasi ini adalah langkah awal untuk membangun sekolah sebagai pusat perubahan” jelasnya.
Pelatihan ini fokus pada bagaimana para pendidik memahami SEL (Sosial Emosional Learning) untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

Baca juga: Pelatihan Media Board Game
Yoyok Amiruddin, M.Pd.I, Ph.D., alumnus S3 Taiwan, sebagai Pemateri kali ini menjelaskan, bahwa “tujuan pendidikan itu sendiri adalah untuk menuntun segala potensi alami yang dimiliki anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.” Dalam konteks yang telah diterangkan, SEL berperan penting karena membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial mereka, yang pada akhirnya mendukung pencapaian tujuan pendidikan tersebut.
Ibu Qurroti A’yun, M. Pd., Direktur Utama Pemuda Mendidik berharap kolaborasi ini dapat berlanjut, sehingga para guru disini dapat menciptakan game yang serupa dan dikaitkan dengan mata pelajaran. Selain itu juga, kami siap berkolaborasi dalam pelatihan kepenulisan yang diharapkan menjadi karya tulis. “Kami ingin karya-karya mereka bisa diluncurkan melalui penerbitan mitra Pemuda Mendidik. Ini momentum untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menyuarakan ide melalui tulisan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Pemuda Mendidik untuk menjadi pelopor perubahan pendidikan di Indonesia. “Kami yakin, guru dan siswa SD Integral Al-Fattah akan menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan inovasi mampu menciptakan lompatan kualitas pendidikan,” pungkas Awaluddin, perwakilan Pemuda Mendidik.
Dengan semangat “Siap Belajar, Siap Berubah”, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran sekolah sebagai laboratorium pembelajaran yang adaptif dan berdaya saing.
Pewarta: Yusril Ihza Mahendra
Editor: Musa Al Kahfi



