ArtikelBeritaDunia IslamEssayKalam HikmahOpiniPesantrenQuoteRedaksiSastraTokoh

Nuzulul Qur’an disebut juga Maulid Nabi? Benarkah?

 

Nuzulul Qur'an

Pada saat usia Nabi Muhammad SAW  40 Tahun, beliau mendapatkan wahyu dari Allah melalui Mimpi. Dalam mimpi tersebut Nabi Muhammad berada seorang diri  dalam Gua Hira di Jabal Nur, dan bertemu dengan Malaikat Jibril.

Melalui Malaikat Jibril, wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Lima ayat tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan oleh Allah SWT untuk membaca.

Pada bulan Ramadhan saat beliau ber-tahannuts untuk ketiga kalinya, datanglah Malaikat Jibril seraya mengatakan, “iqra’ (bacalah).” Kali ini terjadi secara nyata bukan lewat mimpi. Sebab tatkala nabi mendapatkan mimpi mendapatkan wahyu. Nabi sering mengasingkan diri di gua Hira’.

Nabi adalah seorang yang ummi sehingga ketika di suruh membaca beliau menjawab “aku tidak bisa membaca”.

Maka nabi dipeluk oleh malaikat Jibril dan tetap menjawab “ aku tidak bisa membaca “dan itu berulang hingga tiga kali.

Lalu Jibrilpun menyampaikan wahyu pertama:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al ‘Alaq: 1-5)

Setelah itu Nabi pulang ke rumah Khadijah binti Khuwailid.

Rasulullah kemudian bergegas pulang dalam kondisi menggigil seperti demam. “Selimuti aku, selimuti aku,” kata beliau kepada Khadijah. Setelah diselimuti Khadijah dan badannya tak lagi menggingil, Rasulullah menceritakan apa yang dialaminya.

Tak hanya menenangkan Rasulullah, Khadijah kemudian mengajak beliau menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal, pendeta Nasrani berusia lanjut yang menguasai bahasa Ibrani.

Setelah mendengar cerita Rasulullah, Waraqah mengatakan, “Itu adalah Namus yang diturunkan Allah kepada Musa. Andaikan aku masih muda pada masa itu. Andaikan aku masih hidup saat kaummu mengusirmu.”

.

.

Malam diturunkannya Wahyu pertama dari Allah melalui malaikat Jibril pada bulan Ramadan itulah yang disebut malam Nuzulul Qur’an.

Lantas apakah Malam Tersebut juga merupakan malam Maulid Nabi Muhammad?

Polemik tersebut dibahas dalam Sinau bareng cak nun angkasa pura surabaya yang diadakan pada tanggal 24 Februari 2017.

Dalam forum atau yang biasa disebut orang maiyah sebagai sinau bareng tersebut Cak Nun menyatakan bahwa Maulid Nabi itu disaat diangkatnya Muhammad bin Abdullah menjadi Nabi yang kita sebut juga dengan Nuzulul Qur’an yaitu malam 17 Rahmadan. Sedangkan yang kita sebut dengan Maulid Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabiul Awal itu adalah Maulid Muhammad bin Abdullah, yaitu hari lahirnya nabi.

Kadang Dia nabi, kadang dia uap, kadang dia es, kadang dia sederhana sekali, Ada Muhammad sebagai Nur, ada Muhammad sebagai Bin Abdullah, ada Muhammad sebagai Nabi dan ada Muhammad sebagai Rasul

(Cak Nun)

Penulis: Alfa’uzun Nisak

Editor: Putri Nahdliyah Ayu Khumaidah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *