Artikel

Hikmah Disyariatkannya Puasa Di Bulan Ramadhan

Penulis: M. Muhson Al Farizi I Editor: Dina Surya Mega

Bulan Ramadhan menjadi bulan diwajibkannya umat muslim berpuasa. Syariat wajibnya puasa di bulan ini sudah ada sejak tahun kedua hijriah. Jika kita hari ini merasakan bagaimana lelahnya berpuasa sembari tetap beraktivitas normal seperti kuliah, mengaji, bekerja, maka sahabat nabi pun juga merasakan hal yang serupa. Bahkan bisa dikatakan jauh lebih berat puasa di zaman tersebut yang aktivitasnya tidak hanya bekerja tetapi juga peperangan besar yang terkadang harus mereka hadapi.

Baca Juga: Puasa atau Pindah Jam Makan Saja?

Hikmah Puasa

Beratnya puasa di bulan ramadhan ini berbanding lurus dengan besarnya pahala yang Allah berikan bagi oang yang ikhlas melaksanakannya. Bagi yang tidak ikhlas, mereka hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga. Selain itu, ada segudang hikmah yang bisa kita temukan dari syariat puasa ini.

Berikut 4 hikmah puasa Ramadhan bagi umat muslim:

  1. Melatih kesabaran

Dari aspek mana puasa bisa melatih kesabaran? Puasa, sesuai definisinya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dengan rentang waktu yang telah Allah tetapkan. Menahan segala hal yang membatalkan puasa bukan perkara mudah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melakukannya. Sehingga perlu yang namanya kesabaran untuk menahan segala perilaku tersebut.

Bagi  anak kecil aspek sabar akan ia dapatkan saat ia menahan dirinya dari makan dan minum saja. Namun bagi orang dewasa lebih dari itu. Ada mulut yang harus ia jaga dari perkataan buruk, ada nafsu yang perlu ia kendalikan, ada mata yang harus ia kondisikan hingga pintar-pintar memilih lingkungan yang mendukung kebaikan agar tidak mudah goyah dalam menahan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa.

  1. Mengontrol diri

Jika kita pikir lagi, puasa tidak benar-benar melarang atau mengurangi jatah makan kita. Terutama bagi mereka yang memang sudah terbiasa makan dua kali sehari. Kita sejatinya hanya memindahkan jam makan pagi dan makan siang/malam ke jam yang sudah tentukan waktunya. Kita dilatih untuk disiplin mengontrol diri untuk tidak makan pada jam-jam tertentu.

Latihan mengontrol diri tidak hanya ketika puasa saja, tetapi juga ketika telah berbuka. Bagaimana kita mengontrol diri kita untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan atau minuman saat berbuka.

  1. Turut merasakan sebagian penderitaan orang miskin

Amor fati adalah sebuah istilah dalam filosofi stoa untuk menggambarkan bagaimana rasa sakit dan penderitaan itu perlu kita latih baik dalam pikiran maupun dalam kehidupan nyata. Amor fati mengajarkan kita untuk mencintai sebuah penderitaan, kesedihan, rasa sakit, dan nasib yang mungkin berpotensi menimpa kita.

Oleh sebab itu, puasa juga melatih kita untuk merasakan lapar yang sama dengan apa yang  orang-orang miskin rasakan. Memang rasa lapar bukan penderitaan satu-satunya bagi orang miskin. Ada pendidikan yang terbengkalai, kebutuhan yang tidak tercukupi, dan lain sebagainya. Namun setidaknya puasa dapat menumbuhkan rasa empati kita terhadap mereka setelah merasakan lapar dan dahaganya puasa.

  1. Puasa menyehatkan

Ada banyak sekali penelitian yang membahas sisi kesehatan dari puasa ini. Salah satunya penelitian Akrami Mohajeri yang ia publikasikan di  Iranian Journal of Basic Medical Sciences. Dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa puasa dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Proses ini utamanya terjadi mulai dari pertengahan hingga akhir bulan Romadon.

Namun yang perlu kita perhatikan lebih jauh adalah jenis dan porsi makanan yang kita konsumsi ketika berbuka puasa. Usahakan mengonsumsi makanan dalam porsi yang wajar, tidak berlebihan, dan seimbang antara protein, karbohidrat, lemak, vitamin serta mineralnya. Beberapa orang justru mengaku mengalami kenaikan berat badan ketika puasa. Kemungkinan besar ini terjadi ketika  terlalu banyak mengonsumsi gula saat berbuka.

Selain itu, perlu kita perhatikan juga aspek kesehatan lainnya. Jika kita sedang menderita sebuah penyakit, hendaknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dokter nantinya akan memberikan saran apakah kita tetap boleh berpuasa atau tidak. Atau bisa juga tetap berpuasa tetapi dengan beberapa catatan seperti tetap menjaga asupan nutrisi yang cukup dan lain sebagainya sesuai dengan kondisi kesehatan kita.

Jika kita telisik lebih dalam lagi kita akan menemukan berjuta hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa ini. Baik dari kacamata syariat, sosial, maupun kesehatan. Dan tentunya tidak akan ada habisnya pembahasan mengenai hikmah puasa ini.

Baca Juga: Hikmah Puasa Menurut Kiai Ali Maksum

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *