Berita

Setelah Dua Tahun Lebih Break, Cangkruk’an Gus Dur Digelar Kembali

Rabu, 27 Desember 2022

Pewarta: Musa Al Kahfi I Editor: Dina Surya Mega

Setelah ‘Break’ selama 2 tahun lebih karena pandemi, akhirnya Cangkruk’an Gus Dur kembali digelar. Cangkruk’an Gus Dur adalah sebutan atau istilah kegiatan ngaji dalam rangka memperingati haul Gus Dur

Akhirnya, kemarin pada hari rabu tanggal 27 Desember 2022 Cangkrukan Gus Dur kembali digelar, yang mulanya di tanggal itu adalah jadwalnya MTMD (Majelis Ta’lim Wal Maulid Ad-Diba’I), tetapi karena ada beberapa hal yang tidak memungkinkan mengadakan MTMD, maka Cangkrukan Gus Dur menjadi penggantinya.

Dulu sebelum pandemi Cangkrukan Gus Dur diadakan rutin setiap bulan, bertempat di rumah-rumah jamaah, masjid, atau musholla. Tetapi sekarang, seiring dengan dawuhnya Bu Nyai Saidah Marzuqi (Istri KH. Marzuqi Mustamar) Cangkrukan Gus Dur dilaksanakan di pondok saja, tepatnya di Pondok Sabilurrosyad Gasek.

Baca Juga: Guyonan Sang Kiai dengan Pendeta

Di dalam Cangkrukan terdapat 2 buah kitab yang dikaji, yaitu kitab Muhtashor Shohih Muslim karya Imam Al-Mundziri dan kitab Iqodhul Himam karangan seorang ulama dari Sunda yakni KH. Ahmad Sanusi.

Waktu ditengah-tengan ngaji, Abah Yai berpesan kepada para jamaah untuk selalu seimbang dalam melakukan suatu perbuatan apapun, termasuk dalam hal ibadah. “Ojo terlalu ngoyo ( ngoyo = memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu)” dawuh beliau.

“Rahmat Allah itu lebih dekat kepada orang-orang yang mau berusaha.” Pungkas Abah.

Baca Juga: Kisah Gus Dur Mengajar Tafsir di Pesantren Tebuireng

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *