Artikel

Nashoihul Ibad : Mutiara Hikmah dari Ulama Banten

Penulis: Ahmad J, Yusri I Editor: Fani Azfar

Buku-buku bergenre motivasi hidup dan bersifat self development kian hari makin mem-booming. Semakin derasnya arus kehidupan membuat manusia membutuhkan nasihat agar hidupnya lebih terarah, fresh  dan juga semangat.

Tak ayal banyak buku-buku ala-ala motivasi banyak diburu contohnya saja seperti Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson, Filosofi Teras karya Henry Manampiring dan masih banyak lagi.

Namun jika kita tau lebih awal, terdapat buku yang lebih dahulu muncul dan justru dijadikan mutiara hikmah bagi para penuntut ilmu sejak jaman kolonialisme. Buku yang disusun oleh ulama kenamaan asal Tanara, Banten yang pamornya sudah melalang buana ke mancanegara. Buku itu adalag kitab Nashoihul Ibad.

Bertema Tasawuf

Nashoihul Ibad adalah kitab yang bertemakan tasawuf yang penyajianya sangat sederhana dan langsung pada pokok masalah, sehingga memudahkan setiap pembaca untuk memahaminya.

Kitab Nashoihul Ibad yang dalam bahasa Indonesia bermakna nasihat-nasihat bagi para hamba telah menduduki posisi yang sangat penting dan popular di kalangan umat islam dunia. Di Indonesia, buku ini merupakan kitab rujukan bagi para pelajar dan santri di madrasah maupun pesantren.

Baca juga: Membaca Buku Yusuf Qardhawi: Waktu dalam Kehidupan Muslim

Penyusunnya adalah ulama besar dari Banten, Syekh Nawawi al-Bantani (1813-1897, yang pernah menjadi Imam Masjid al-haram dan karya-karyanya  menjadi referensi di Unversitas al-Azhar, Kairo, Mesir.

Bapak Kitab Kuning Indonesia

Tak heran jika beliau mendapatkan julukan Bapak Kitab Kuning Indonesia. Sekadar contoh nasihat, ada empat hal sedikit yang terasa banyak, Lima masa sebelum lima masa, enam pemberian paling baik, tujuh perkara sebagai sebab akibat, delapan perkara baik yang menjadi sia-sia, dan lain-lain.

Pasti membaca buku ini bisa membuat iman kita lebih baik, lebih berilmu, lebih bijak, dan lebih berkah dunia-akhirat. Sebuah kitab  pegangan yang bisa selalu menjaga dan mengingatkan kita untuk berada dalam ridha dan cinta-Nya.

Baca juga: Ketika KH. Kholil As’ad Samsul Bertemu dengan Nabi Khidir

Dalam mukaddimah kitab Nashoihul Ibad, Syekh Nawawi  menjelaskan bahwa kitab yang disusunnya ini merupakan syarah dari kitab kumpulan nasihat karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Ali Muhammad ibn Ahmad al-Syafi’i.

Syekh Syihabuddin juga masyhur dikenal dengan Ibnu Hajar al-Asqolani al-Mishri, Syekh Nawawi menamai kitab ini dengan judul yang artinya “kumpulan nasihat bagi para hamba dalam menjelaskan kata-kata peringatkan untuk bersiap menghadapi hari kiamat. Saya berharap, semoga Allah menjadikan kitab ini bermanfaat bagi umat Islam dan menjadikanya tabungan amal hingga hari kiamat kelak,’’tulis Syekh Nawawi.

Untuk Memelihara Ajaran-ajaran Islam

Selain itu, Syekh Nawawi juga menulis kitab untuk memelihara ajaran-ajaran Islam yang tertuang dalam kitab-kitab klasik, sehingga karya Syekh Nawawi kebanyakan adalah kitab Syarah dari kitab-kitab turots karya ulama terdahulu.

Sayangnya, dalam mukaddimah buku ini, Syekh Nawawi tidak menjelaskan tentang latarbelakang penulisan kitab ini. Namun, ada beberapa  sumber yang menyebutkan bahwa Syekh Nawawi menulis kitab karena adanya permintaan dari murid-muridnya.

Nasihat-nasihat di dalam kitab ini dikelompokkkan manjadi 10 bab yang berisi 214 Nasihat. Sebanyak 45 nasihat diantaranya bersumber dari hadits dan selebihnya adalah atsar atau ucapan para sahabat dan pengikut nabi.

Disajikan Secara Sederhana

Penulisan kitab ini diselesaikan Syekh Nawawi pada kamis, 21 Safar 1311H/ 1893 M. Kitab Nashaihul Ibad mencakup mutiara nasihat yang disajikan secara sederhana, sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.

Di setiap babnya, Syekh Nawawi menyebutkan ada 30 pedoman dengan perincian empat sabda Nabi Muhammad SAW dan sisanya adalah ucapan sahabat atau tabiin. Masing-masing pedoman memuat dua poin nasihat.

Sementara, sumber kitab hadits yang digunakan Syekh Nawawi diantaranya adalah kutub al-tis’ah. Sayangnya, hadis-hadis yang terdapat dalam kitab ini tidak semuanya berkualitas shahih, ada juga hadits dhaif yang terkadang dipermasalahkan

Dianjurkan Bagi Para Pecinta Hikmah dan Peniti Kehidupan

Kitab ini sangat dianjurkan bagi para pecinta hikmah dan juga peniti kehidupan. Banyak motivasi yang jika dirunut masih sangat relevan di kehidupan kita. Meskipun di tengah gempuran era digitalisasi yang massif, kitab Nashoihul Ibad ini masih tetap eksis dan tetap menunjukan taringnya sendiri di lingkungan pesantren baik itu pesantren salafiyah maupun pesantren ashriyah .

Terbukti dengan percetakan yang selalu jalan tanpa henti seakan tak lekang oleh jaman. Dengan kualitas kertas yang semakin bagus, tulisan yang rapih karena berbasis komputer dan juga jilid kitab yang menarik dan indah dipandang mata

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *