Apa peran dan sumbangan santri yang paling berharga hingga detik ini? Perjuangan sedari dulu bagi Indonesia dan tanah air tempat kita di lahirkan. Santri memang bukan termasuk pekerja yang mendapatkan gaji pada setiap bulannya. Santri dinisbatkan kepada mereka yang menuntut ilmu di pesantren, yang memakai sarung dan pakaian apa adanya, yang pola hidupnya serba antri dan serba pas-pasan. Lalu apakah yang pantas untuk diingat oleh sebagian orang atau kalangan yang hidup di era sekarang ini? Perlu disadari bahwa santri adalah salah satu komponen dan pemegang estafet keilmuan yang berlanjut hingga detik ini.
Pengorbanan yang dapat diingat dari para santri bukan terletak pada kecerdasan dan kepintarannya. Namun terletak pada keikhlasan dan kesabaran untuk menggapai sesuatu, termasuk ilmu yang manfaat dan kebarokahan dari para guru. Perjuangan Indonesia tak lepas dari peran santri di dalamnya, ketika hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari berjuang melawan penjajah dengan cara beliau, maka yang mengawal ketat dan membersamai usaha beliau adalah para santri. Pesantren Tebuireng yang tadinya merupakan tempat yang sangat kental dengan kemaksiatan pun pada akhirnya menjadi tempat yang cerah dan berkah, serta ladang untuk belajar para santri. Pengorbanan santri adalah kekuatan doa dan ibadahnya, doa yang terus menerus mengalir dari banyaknya santri pada masa penjajahan akhirnya berbuah kemenangan, walaupun harus bertaruh nyawa dan harta benda.
Baca juga: Hakikat Kesantrian dalam Menerapkan Ilmu Perspektif KH. Djamaluddin Achmad
Doa yang selalu menyelipkan kebaikan dan harapan bagi Indonesia, terjatuhnya jutaan nyawa dan terkuburnya ratusan harapan para santri, tak menyurutkan niat dan usaha mereka yang membara untuk memperjuangkan Indonesia. Kini, semua hanya ada dalam bingkai kenangan yang mungkin tak banyak diketahui orang di luar sana, sejauh yang mereka tahu bahwa Indonesia merdeka berkat usaha dan energi yang dihasilkan oleh orang dan pahlawan yang selama ini kita hormati dan kita segani lewat cerita yang beredar. Lalu, apakah sebagian dari kita pernah memahami dan memikirkan? Doa dan tirakat para kyai juga ikut menopang perjuangan yang teramat berat dan bersyarat.
Harapan Masyarakat
Kini, peringatan hari santri berkumandang dan menjadi event yang amat ramai dan santer diperbincangkan dimana-mana. Sebagai santri dan calon pelaku organisasi masyarakat, sudah selayaknya kita memberikan doa dan dukungan atas apa yang kini menjadi trend baik dan juga kebiasaan yang bernilai positif, tentunya yang berlandaskan pada Al-Qur’an hadist dan juga kaidah-kaidah Islam. Santri digadang-gadang akan menjadi generasi yang dapat menerapkan banyak sistem yang berdasar pada asas agama dan budaya tanpa membenarkan salah satunya, melainkan dengan menjalankan keduanya.
Pandangan meremehkan, menilai buruk dan lain sebagainya kiranya akan semakin berkurang seiring dengan gigihnya kita membuktikan pada dunia bahwa santri adalah sosok yang amat dibutuhkan oleh Indonesia kelak. Mempunyai banyak pengalaman dan seringnya mengkaji berbagai fan ilmu menjadikan pandangan dan pendapat santri semakin terarah. Namun segalanya tak dapat dicapai begitu saja, melainkan dengan niat dari hati yang bersih, dan juga tirakat atau riyadoh. Sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubahnya sendiri.
Baca juga: Tentang Santri dan Perannya Pada Bangsa
Sebagai santri, adab dan ilmu adalah hal yang utama, hubungan murid dan guru adalah hubungan yang pasti diridhoi Allah Swt. Dikatakan dalam hadis bahwa Nabi pernah bersabda “ Jadilah engkau seseorang yang mengajarkan ilmu, jika tidak bisa maka jadilah yang mencari ilmu, jika tidak bisa maka jadilah seseorang yang mencintai ilmu, dan jika tidak bisa maka jadilah seseorang yang mencintai ahli ilmu, dan janganlah kalian menjadi yang ke lima (pembenci ilmu)”
Amanah berat yang ditanggung adalah bagaimana menjadikan pangkat santri menjadi hal yang amat berharga dan dipercayai dikemudian hari. Sering kali pandangan mengenai santri ini dibicarakan kurang sedap di sebagian tempat, namun tidak memungkiri bahwa kini Indonesia telah membuka diri untuk menerima santri dengan segala kondisi dan peluangnya masing-masing. Jadilah seseorang yang berkiprah bukan untuk menunjukkan siapa dirinya, namun untuk membuktikan seberapa berharga orang-orang sepertinya. Jadilah santri yang mandiri dan menopang negeri dengan prestasi dan bukti nyata perjuangan, semoga kelak kita akan di kumpulkan dengan ahli ilmu, amiiin.
Editor: Musa Al Kahfi



