ArtikelEssayOpini

Zodiak: Weton Versi Zaman Now

Katanya masyarakat kita sudah mulai meninggalkan hal-hal berbau klenik seperti mitos, legenda, hingga hitung-hitungan weton. Sebagai gantinya, masyarakat lebih mempercayai hal-hal yang bersumber dari sains dan rasionalitas. Tidak percaya kalau tidak ada bukti yang nyata, yang tampak di depan mata.

Hanya saja agaknya sebagian besar dari mereka tidak benar-benar meresapi rasionalitas. Rasional, logika, saintis, dan nalar, semua kata itu hanya dilontarkan untuk gaya semata. Biar kelihatan cerdas begitulah. Akibatnya banyak yang justru tertipu oleh pseudosains, bias pikiran, atau informasi-informasi sesat yang hanya berdasarkan pengakuan pribadi.

Salah satunya adalah perbedaan anggapan antara weton dan zodiak. Weton memiliki anggapan kuno dan klenik sedangkan zodiak keren dan fakta. Weton dibuat olok-olokan sedangkan zodiak digaung-gaungkan.

Inkonsistensi Persepsi

Tidak sedikit masyarakat kita yang ketika berhadapan dengan hitung-hitungan weton selalu menampik dengan kalimat “Ah itu hanya mitos”. Mereka dengan sadar meyakini bahwa menghubungkan antara tanggal kelahiran dengan nasib seseorang adalah hal yang tidak tepat. Sama sekali tidak masuk akal.

Namun anehnya mereka justru percaya pada zodiak. Mereka acap kali menghubungkan antara bulan kelahiran seseorang atau zodiaknya dengan karakter atau kebiasaan dari orang tersebut. Kita bisa menemui beragam konten seperti itu berseliweran di linimasa media sosial.

“5 zodiak yang terkenal redflag” atau “jangan deh pacaran sama anak Gemini kalau blablabla…” seperti itulah kira-kira konten yang ramai di media sosial. Lantas kolom komentar akan banjir dengan persetujuan para netizen, seperti “real cuy, gua udah ngalamin.” Komentar yang sudah tentu mengandung bias pikiran.

Kritik Penulis Terhadap Fenomena Tersebut

Kita tentu tahu karakter setiap orang itu kompleks dan berbeda-beda. Sama sekali tidak dipengaruhi oleh kapan ia lahir. Kenyataannya karakter terbentuk dari perpaduan antara genetik dan lingkungan. Misalnya sifat pendiam atau cerewet menurun dari ayah atau ibu, atau bisa juga seseorang yang dulunya ceria bisa berubah muram dan pemarah karena trauma yang ia dapat dari lingkungannya. Kompleks sekali bukan. Akan sangat kacau jika karakter seseorang hanya dinilai dari zodiaknya.

Ada ribuan penelitian psikologi yang terus dikembangkan untuk memahami karakter manusia. Ada jutaan lembar jurnal yang dituliskan lagi-lagi untuk menjelaskan karakter tiap manusia. Artinya karakter manusia tidak sesimpel apakah dia Libra atau Leo, apakah dia Gemini atau Cancer.

Bukti yang lebih simpel bahwa karakter tidak terpengaruh oleh bulan kelahiran yaitu pada kasus anak kembar. Kita yang punya teman atau bahkan keluarga yang kembar pastinya tahu bahwa si kembar, yang bahkan hari dan jam kelahirannya sama, mereka memiliki karakter yang cenderung kontras. Salah satu biasanya lebih dominan, pemberani, sedangkan yang satunya pendiam, lebih lembut, dan lain sebagainya.

Dan kolotnya kepercayaan mereka terhadap zodiak sama kolotnya dengan kepercayaan orang dulu terhadap weton. Orang dulu menggunakan weton untuk menentukan jodoh sedangkan sekarang orang menggunakan zodiak untuk menilai karakter seseorang. Biasanya untuk tujuan yang tidak jauh-jauh dari urusan asmara.

Baca juga: Efektivitas Ilmu Ma’ani Dalam Ulumul Qur’an

Akibat Buruk yang Timbul

Setidaknya ada dua hal buruk yang terjadi akibat kepercayaan terhadap zodiak ini. Pertama tentu stigma buruk dari zodiak tertentu yang bisa berimbas pada orang yang tidak bersalah. Misalnya si A memiliki zodiak Libra dan Libra diyakini sebagai seseorang yang sulit membuat komitmen. Akhirnya si A yang bisa jadi tidak pernah punya masalah komitmen akan turut memiliki stigma serupa. Sangat menyebalkan bukan, tertuduh salah atas sesuatu yang tidak pernah kita perbuat.

Kedua, seorang yang memiliki karakter buruk bisa berlindung di balik zodiaknya. Ini kebalikan dari hal yang pertama tadi. Seorang yang punya kebiasaan melakukan silent treatment misalnya, alih-alih melakukan intropeksi diri untuk memperbaiki kesalahannya, orang ini justru bisa saja beralasan dengan zodiaknya dan malah meminta lawannya untuk memakluminya. Akhirnya masalah yang menimpanya tidak pernah selesai, karena ia hanya diam bukannya berbicara lalu mencari solusi.

Zodiak ini tak ubahnya adalah weton versi zaman now. Bedanya zodiak berasal dari luar negeri dan kaum muda banyak menggaungkannya sehingga terkesan modern, trendy, dan keren.

 

Penulis: M. Muhson Al Farizi

Editor: Alifa Zainar Naasha

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *