Makna dan Hakikat Malam Lailatul Qadar
Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling mulia di antara bulan-bulan lainnya. Bahkan sebelum bulan ramadhan tiba sudah diawali dengan 2 bulan mulia lainnya, yakni bulan rajab dan bulan sya’ban.
Nabi Muhammad Saw. berdoa pada bulan rajab dengan penuh harap agar segera dipertemukan dengan bulan ramadhan. Berikut kalimat doa’nya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”
Saking mulianya bulan ramadhan, ibadah di bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Bahkan terdapat malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan, malam itu adalah lailatul qadar. Mayoritas ulama berpendapat bahwa lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan ramadhan. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, namun petunjuk dalam Al-Qur’an dan hadis yang memberikan informasi tentang tanda-tanda dan keistimewaan malam ini.
Baca juga: Kultum Ramadhan: Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Arti Lailatul Qadar
Istilah lailatul qadar terdiri atas dua kata, lail dan qadar. Kata lail memiliki arti malam hari, sementara qadar bisa merujuk pada arti ukuran atau ketetapan. Dalam hal ini, jika ditinjau secara etimologis lailatul qadar dapat didefinisikan sebagai malam ketika Allah menetapkan perjalanan hidup manusia. Sementara itu, secara terminologis pengertian lailatul qadar adalah malam yang agung ataupun malam yang mulia.
Menurut Prof. Quraisy Shihab lailatul qadar mempunyai 3 makna. Yang pertama, qadar berarti penetapan atau pengaturan. Sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Sebagian ulama memahami malam penetapan itu adalah malam Allah Swt. mengatur dan menetapkan khittah dan strategi bagi nabi Muhammad Saw. untuk mengajak manusia kepada agama yang benar.
Yang kedua, qadar berarti kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an dan menjadi pangkal dari segala kemuliaan yang dapat diraih. Dan yang ketiga, qadar berarti sempit.
Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadr ayat keempat “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
Baca juga: Mengejar Berkah di Malam Lailatul Qadar
Makna dan Hakikat
Karena begitu mulia dan dahsyatnya malam lailatul qadar, maka selayaknya umat muslim disarankan untuk memperbanyak amalan dan amalan kebaikan seperti shalat malam, tadarus Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama.
Pada intinya orang yang mendapatkan malam lailatul qadar itu ialah sebaik-baiknya manusia, karena ia terpilih untuk mendapatkannya dari sekian juta umat manusia yang ingin meraihnya. Salah satu ciri orang yang mendapatkan malam lailatul qadar itu dijadikannya semua urusan dan hal baiknya selalu diberi kemudahan oleh Allah Swt. dan dijadikannya beliau menjadi orang yang semakin hari semakin baik.
Penulis: Musa Al Kahfi
Editor : Ahmad AY



