Jangan Sampai Salah! Ketahui Waktu Terbaik Pengucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Seringkali kita membaca atau mendengar ucapan Alhamdulillah sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah pada makhlukNya. Namun, tahukah kamu bahwa ternyata kalimat syukur tidak hanya diungkapkan saat seseorang menerima nikmat saja?
Sama halnya dengan pengucapan lafadz Alhamdulillah, tidak hanya diucapkan setelah kita memperoleh hal-hal baik saja, tetapi juga bisa diucapkan setelah mengalami peristiwa yag kurang baik atau yang tidak disenangi.
Ucapan Alhamdulillah ‘alaa kulli haal
Tentunya ucapan bukan kalimat yang asing untuk didengar, banyak dari kita mengucapkan lafadz ini sebagai versi lengkapnya dari lafadz Alhamdulillah. Secara makna الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ berarti “segala puji bagi Allah atas setiap keadaan”.
Jika ditilik dari maknanya, tentu tidak akan menjadi masalah jika dalam kondisi apapun kita mengucapkan kalimat ini. Namun, ternyata Sayyidah Aisyah telah memberikan contoh saat-saat terbaik dan tepat untuk mengucapkan kalimat الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.
Baca juga: Macam-macam Lafal Hamdalah Menurut Para Ulama
Kalimat الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ dapat diucapkan saat kita sedang menghadapi sesuatu yang tidak disukai. Hal ini dilakukan sebagai wujud keteladaan kita pada Rosululloh atas sikap yag telah beliau lakukan saat menghadapi hal-hal yang tidak disukainya.
Sejatinya apapun yag terjadi dalam hidup kita, baik ataupun buruk, semuaya adalah karunia Allah. Oleh karenaya sudah sepatutnya kita menyuskuri setiap hal tersebut.
Ucapan syukur yang sesuai saat menghadapi hal-hal baik
Lalu apa yang bisa diucapkan saat menghadapi hal-hal baik atau yang disukai? Dalam hadits yang sama Rosululloh mencontohkanya dengan mengucap الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. Secara makna, kalimat tersebut berarti “segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna”.
Tentunya hal ini hanya sebagai tuntunan yang sifatnya mubah, tidak lantas mejadi dosa jika tidak melakukannya. Namun, alangkah baiknya kita bisa meneladani sikap-sikap yag telah dicotohkan oleh Rosululloh yang kita ketahui berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat-sahabat beliau.
Pembahasan ini secara jelas termaktub dalam salah satu hadits yang ada pada Sunan Ibnu Majah no. 3803.
عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ ” الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ” . وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ ” الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ”
Artinya: Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah r.a., beliau menyampaikan bahwa Rosululloh saw ketika melihat hal yang disukainya beliau megucapkan الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ. Dan ketika Rosululloh melihat hal yang tidak disukainya beliau mengucapkan الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَال.
Penulis: Putri Malinda Nurul Faizah
Editor: Bella F. Sanah



