Akhlak dalam Kehidupan Bermasyarakat Khususnya di Lingkungan Kerja
Akhlak dalam dunia kerja merupakan suatu kajian yang membahas tentang pentingnya nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal tersebut berperan sebagai dasar dari perilaku yang sesuai dengan standar etika dan moral yang diterapkan di lingkungan kerja. Akhlak yang baik dapat meningkatkan kualitas dan kepuasan kerja, baik itu dalam kepuasan pelanggan maupun atasan di tempat kerja.
Bekerja Dalam Islam
Dalam Islam, bekerja merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia. Karena dengan bekerja seseorang dapat memperoleh penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan terhindar dari sifat minta-minta sehingga tidak mennjadi beban bagi orang lain. Bekerja mencari nafkah digolongkan dalam fi sabilillah.
Dari Ka’ab bin Umrah berkata, “Ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rasulullah SAW. Orang itu sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. Para sahabat lalu berkata, ‘’Ya Rasulullah, andaikata bekerja seperti dia dapat digolongkan fi sabilillah, alangkah baiknya.’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Jika ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah; Jika ia bekerja untuk membela kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah fi sabilillah; dan jika ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu adalah fi sabilillah… (HR. Thabrani)
Adab dan Etika Dalam Bekerja
1. Bekerja dengan Ikhlas karena Allah SWT.
Ini merupakan hal dan landasan terpenting bagi seseorang yang bekerja. Bekerja bukan hanya sekedar untuk mencari uang, tapi alangkah baiknya kita menjadikan bekerja sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT.
2. Itqan (sungguh-sungguh) Dalam Bekerja
Implementasi dari sungguh-sungguh dalam bekerja adalah tidak menunda-nunda pekerjaan, tidak mengabaikan pekerjaan, mematuhi segala peraturan yang ada di lingkungan kerja. Jika hal ini dilakukan dengan baik di lingkungan kerja pasti pekerjaan kita akan menjadi mudah dan terhindar dari hal hal buruk.
Dalam sebuah Hadits, riwayat Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, dia itqan dalam pekerjaannya.” (HR. Thabrani).
3. Jujur dan Amanah
Pada hakikatnya pekerjaan yang kita lakukan harus dilandasi dengan sifat jujur dan amanah. Hal ini akan dimintai pertanggungjawaban di dunia maupun di akhirat atas pekerjaan yang kita lakukan. Dalam Hadits riwayat Imam Turmudzi: Dari Abu Said Al-Khudri ra, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pebisnis yang jujur lagi dipercaya (anamah) akan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada”.
4. Bekerja sesuai aturan dan tidak melanggar syari’ah
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَلَا تُبْطِلُوْٓا اَعْمَالَكُمْ ٣٣
Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (QS. Muhammad :33).
Baca juga: Memanggil Kembali Jiwa Kecil Kita
Sifat-Sifat Buruk dalam Dunia Kerja
1. Hasad (Dengki)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ
الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ ( رواه أبو داود)
Dari Abu Hurairah ra berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah oleh kalian sifat hasad (iri hati), karena sesungguhnya hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar. (HR. Abu Daud).
2. Namimah (Mengadu Domba)
Indahnya dunia terkadang membutakan mata. Keinginan mencapai sesuatu, meraih kedudukan tinggi, memiliki gaji yang besar, tidak jarang menjerumuskan manusia untuk saling fitnah dan adu domba. Sifat mengadu domba sangat berbahaya, karena akan merusak tatanan ukhuwah dalam dunia kerja. Di samping itu, sifat sangat dimurkai oleh Allah serta dibenci Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadits rasulullah bersabda :
عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
Dari Hudzaifah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersbada, “Tidak akan masuk surga seseorang yang suka mengadu domba.” HR Bukhari Muslim
3. Sombong
Di sisi lain, terkadang kita yang mendapatkan presetasi sering terjebak pada satu bentuk kearogansian yang mengakibatkan pada sifat kesombongan. Merasa paling pintar, paling profesional, paling penting kedudukan dan posisinya di kantor, dsb. Kita harus mewaspadai sifat ini, karena ini merupakan sifatnya syaitan yang kemudian menjadikan mereka dilaknat oleh Allah SWT serta dijadikan makhluk paling hina diseluruh jagad raya ini.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan pernah masuk ke dalam surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat satu biji sawi sifat kesombongan” (HR. Muslim).
Baca juga: Kisah Bullying yang Dialami Nabi Yusuf di Masa Kecil dalam Al-Quran
4. Saling bermusuhan
Sifat yang harus dihindari lainnya adalah saling bermusuhan. Tidak jarang, ketika orang yang sama-sama memiliki ambisi dunia berkompetisi untuk mendapatkan satu jabatan tertentu, atau ingin mendapatkan “kesan baik” di mata atasan, atau sama-sama ingin mendapatkan proyek tertentu, kemudian saling fitnah, saling tuduh, lalu saling bermusuhan. Jika sifat permusuhan merasuk dalam jiwa kita, dan tidak berusaha kita hilangkan, maka akibatnya juga sangat fatal, yaitu bahwa amal shalehnya akan “dipending” oleh Allah SWT, hingga mereka berbaikan.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pintu-pintu surga dibuka pada hari senin dan kamis, maka pada hari itu akan diampuni dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang sedang bermusuhan dengan saudaranya sesama muslim, maka dikatakan kepada para malaikat, “Tangguhkan dua orang ini sampai mereka berbaikan.” (HR. Muslim).
Bagaimana menyikapi permasalahan yang sering terjadi di Lingkungan kerja?
Dalam dunia kerja juga tidak lepas dari sebuah permasalahan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi permasalahan tersebut dengan sikap yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Misalnya di tempat kita bekerja ada rekan kerja atau atasan yang tidak suka dengan kita, padahal kita sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada.
Bagaimana menyikapi hal tersebut? Hal yang perlu kita lakukan adalah jangan diambil hati atas sifat rekan kerja dan atasan yang tidak suka dengan kita, Toh kita sudah melakukan perkerjaan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada. Kemudian introspeksi diri apakah kita pernah berbuat salah pada orang tersebut, kalaupun pernah cobalah untuk minta maaf atas apa yang pernah kita lakukan.
Selanjutnya apabila ada rekan kerja yang sedang menggibah atasan apa yang harus kita lakukan? Pertama kita jangan mudah terpancing atas apa yang diucapkan rekan kerja kita. Misal rekan kerja kita membicarakan sesuatu yang menggiring pada kejelekan atasan, kita sebagai pekerja yang baik seharusnya tidak ikut menanggapi tentang hal tersebut. Lebih baik kita mengalihkan pembicaraan pada topik topik yang jauh dari membicarakan orang lain (gibah).
Penulis : Kukuh Heri Setiawan
Editor : Ahmad AY



