Akhlak Terhadap Diri Sendiri
Moral bangsa ini semakin hancur, terutama di kalangan kaum muda yang akhlak maupun amoralnya kini dianggap biasa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pendidikan agama dari orang tua. Kunci membenahi akhlak bangsa adalah dengan fokus pada keluarga dan pentingnya pendidikan akhlak sejak dini.
Penanaman nilai akhlak harus dimulai dari diri sendiri. Setelah tertanam kuat, nilai tersebut akan menyebar ke aspek kehidupan lainnya.
Macam–macam Akhlak Seorang Muslim terhadap Diri Sendiri
Berakhlak terhadap jasmani
1) Senantiasa Menjaga Kebersihan
Islam menjadikan kebersihan sebagian dari Iman. Seorang Muslim harus bersih dan suci badan, pakaian, dan tempat terutama ketika hendak melaksanakan salat dan beribadah kepada Allah Swt., di samping suci dari kotoran juga suci dari hadas.
2) Menjaga Makan dan Minumnya
Makan dan minum merupakan kebutuhan vital bagi tubuh manusia, jika tidak makan dan minum dalam keadaan tertentu yang normal maka manusia akan mati. Allah SWT memerintahkan kepada manusia agar makan dan minum dari yang halal dan tidak berlebihan.
Sebaiknya, sepertiga dari perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Allah SWT berfirman yang artinya,
“Maka, makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah Swt. kepadamu dan syukurilah nikmat Allah Swt., jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. An Nahl:114).
3) Menjaga Kesehatan
Menjaga kesehatan bagi seorang Muslim adalah wajib dan merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT dan sekaligus melaksanakan anmanah dari-Nya. Riyadhah atau latihan jasmani sangat penting dalam penjagaan kesehatan,walau bagaimnapun riyadhah harus tetap dilakukan menurut etika yang ditetapkan oleh syariat Islam.
Orang Mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah Swt. daripada Mukmin yang lemah. Dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda,
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari Mukmin yang lemah, serta masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah Swt. dan jangan merasa malas. Apabila engkau ditimpa sesuatu, maka katakanlah Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al. Telah ditakdirkan oleh Allah Swt. dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.” (HR. Muslim).
Berakhlak terhadap Akal
1) Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu merupakan salah satu kewajiban bagi setiap Muslim, sekaligus sebagai bentuk akhlak seorang Muslim. Muslim yang baik akan memberikan porsi terhadap akalnya yakni berupa penambahan pengetahuan dalam sepanjang hayatnya.
Seorang Mukmin tidak hanya mencari ilmu dikarenakan sebagai satu kewajiban yang jika telah selesai kewajibannya maka akan berhenti. Namun, seorang Mukmin adalah yang senantiasa haus terhadap ilmu, kendatipun usia telah memakan dirinya.
Baca juga: Penyebab Fenomena ‘Ipar adalah Maut’ dan Pencegahannya
Menuntut ilmu juga tidak terbatas hanya pada pendidikan formal akademis, namun dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.
2) Mengajarkan Ilmu pada Orang Lain
Termasuk akhlak Muslim terhadap akalnya adalah menyampaikan atau mengajarkan apa yang dimilikinya kepada orang yang membutuhkan ilmunya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut,
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (An-Nahl:43).
3) Mengamalkan Ilmu dalam Kehidupan
Diantara tuntutan sekaligus akhlak terhadap akal adalah merealisasikan ilmunya dalam kehidupan nyata. Hal ini dikarenakan akan berdosa seorang yang memiliki ilmu, namun tidak mengamalkannya. Sebagaimana firman Allah Swt. berikut,
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah Swt. bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff).
Berakhlak terhadap jiwa
1) Bertaubat dan Menjauhkan Diri dari Dosa Besar
Taubat adalah meninggalkan seluruh dosa dan kemaksiatan, menyesali perbuatan dosa yang telah lalu dan berkeinginan teguh untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa tersebut pada waktu yang akan datang. Adapun yang termasuk dosa-dosa besar diantaranya; syirik, kufur, nifak, riddah, fasik, berzina dan menuduh orang berzina, membunuh manusia, serta bersumpah palsu.
2) Bermuraqabah
Muraqabah adalah rasa kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu diawasi oleh Allah Swt. Dengan demikian, dia tenggelam dengan pengawasan Allah Swt. dan kesempurnaan-Nya sehingga ia merasa akrab, merasa senang, merasa berdampingan, dan menerima-Nya serta menolak selain Dia. Sebagaimana firman Allah Swt. yang artinya,
“Sesungguhnya Allah Swt. itu maha mengawasimu.” (QS. An-Nisa : 1)
Baca juga: Akhlak dalam Kehidupan Bermasyarakat Khususnya di Lingkungan Kerja
3) Bermuhasabah
Yang dimaksud dengan muhasabah adalah menyempatkan diri pada suatu waktu untuk menghitung-hitung amal hariannya. Apabila terdapat kekurangan pada yang diwajibkan kepadanya, maka menghukum diri sendiri dan berusaha memperbaikinya. Kalau termasuk yang harus diqadha maka mengqadhanya.
Apabila terdapat sesuatu yang terlarang maka memohon ampun, menyesali dan berusaha tidak mengulangi kembali. Muhasabah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki diri, membina, menyucikan, dan membersihkannya.
Penulis: Bagus Tri Ardiawan
Editor: Fani Azfar



