ArtikelKalam Hikmah

Capek Kuliah? Belajar Tegar dari Kisah Nabi Ayyub

Menjadi mahasiswa tidak hanya tentang duduk di kelas dan mengerjakan tugas. Di balik layar kampus yang tampak sibuk dan penuh semangat, banyak yang sedang bergulat dengan tekanan yang dalam, seperti krisis identitas, beban akademik, ekspektasi orang tua, masalah ekonomi, hingga kesepian. Dalam beberapa tahun terakhir, berita tentang mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan mental bahkan memilih jalan pintas seperti bunuh diri semakin sering terdengar. Ini bukan sekadar cerita, ini nyata.

Kisah Nabi Ayyub: Simbol Keteguhan dan Kesabaran

Di tengah gelombang tekanan tersebut, Islam menghadirkan kisah luar biasa dari seorang Nabi yang ujian hidupnya melampaui batas logika manusia. Nabi Ayyub merupakan seorang yang kaya raya, hidup Makmur dan Sejahtera, akan tetapi ia tidak lupa untuk selalu beribadah kepada Allah.

Iblis yang tidak suka melihat keimanan manusia layaknya Nabi Ayyub, ia meminta kepada Allah untuk menggoda Nabi Ayyub, sehingga mulailah iblis membunuh semua ternak, dan membakar semua harta kekayaan beliau beserta anak-anaknya. Ujian demi ujian ia hadapi dengan penuh kesabaran oleh Nabi Ayyub, hingga sampailah pada penyakit kulit menjijikkan yang diderita sehingga para tetangganya menginginkan ia untuk meninggalkan tempatnya.

baca juga: Tips Mencegah Sifat Sombong Ala Imam Al Ghazali

Segala yang dilakukan iblis ternyata tidak membuat keimanan Nabi Ayyub tergoyahkan, ia senantiasa meminta dan memohon kepada Allah, karena ia yakin bahwa hanya Allah yang dapat menolognya dengan segala kekuasaan-Nya. Allah pun memuji kesabaran Nabi Ayyub didalam QS. Shaad/38:44

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِّهٖ وَلَا تَحْنَثْ ۗاِنَّا وَجَدْنٰهُ صَابِرًا ۗنِعْمَ الْعَبْدُ ۗاِنَّهٗٓ اَوَّابٌ

“Ambillah dengan tanganmu seikat rumput, lalu pukullah (istrimu) dengannya dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia selalu kembali (kepada Allah dan sangat taat kepadanya).”

Buah Manis Kesabaran

Berkat kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Nabi Ayyub Alaihissallam akhirnya dipulihkan dari penyakitnya. Tidak hanya itu, Allah juga melimpahkan kembali berbagai kenikmatan duniawi yang pernah hilang darinya. Kekayaannya dikembalikan dengan berlipat ganda, anak-anaknya yang dulu telah wafat pun digantikan dengan keturunan baru yang lebih banyak, lebih baik, dan dikenal sebagai anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Anbiyā’  [21]:84:

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ

Maka, Kami mengabulkan (doa)-nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, Kami mengembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami melipatgandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami dan pengingat bagi semua yang menyembah (Kami).

baca juga: Meneladan Rasulullah: Empat Prinsip Utama untuk Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Sabar bukan berarti memendam luka tanpa bicara. Sabar juga bukan berarti menahan semua sendiri tanpa mencari pertolongan. Justru, sabar itu aktif menerima ujian sebagai bentuk kasih sayang Allah dan tetap bergerak untuk mencari solusi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam potongan surat Al-Baqarah  [2]:286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya…..”

Sebagai seorang muslim tidak selayaknya ia berputus asa atas segala ujian yang menimpanya,  karena ia memiliki Tuhan Yang Maha Kuasa atas segalanya. Allah itu dekat dengan hamba-Nya apabila ia mau untuk berdoa kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada QS Al-Baqarah  [2]:186

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Harapan Itu Masih Ada

Jika kamu adalah mahasiswa yang sedang merasa tertekan, terpuruk, atau berpikir untuk menyerah, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama, bahkan lebih buruk dari yang kamu kira, dan banyak pula yang akhirnya bangkit dan menjadi jauh lebih kuat. Jadikan kisah Nabi Ayyub sebagai cermin, bahwa ujian bukan tanda kebencian Allah melainkan jalan untuk naik kelas dalam kehidupan.

Penulis : Rosyida El Izzah Ma’rufah

Editor   : Ahmad AY

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *