Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw. bukan sekadar mengenang perjalanan agung Rasulullah, tetapi juga momentum menanamkan nilai-nilai keimanan sejak usia dini. Semangat inilah yang tampak dalam kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan oleh RA Hidayatun Najah Tuban pada Kamis, 15 Januari 2026.
Dengan suasana yang hangat dan penuh keceriaan, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi anak-anak. Mereka tidak hanya diajak mendengar kisah perjalanan Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha, tetapi juga dikenalkan pada pesan utama dari peristiwa tersebut yaitu perintah shalat sebagai tiang agama.
Sinergi Kreatif Bersama Mahasiswa PPL PIAUD IAINU Tuban
Kegiatan tahun ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAINU Tuban. Bersama para ustadzah, mahasiswa PPL menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak. Kisah Isra’ Mi’raj disampaikan melalui media visual yang menarik, dipandu dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh peserta didik.
Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka bernyanyi lagu-lagu islami, menjawab pertanyaan sederhana seputar cerita yang telah ditonton, serta diajak membiasakan adab-adab yang berkaitan dengan shalat. Dari kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk cinta kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.
baca juga: Isra Mikraj: Misteri Perjalanan Nabi dan Makna Shalat bagi Umat
Sentuhan Kreativitas dalam Membentuk Karakter Islami Sejak Dini
Kepala RA Hidayatun Najah, Siti Moeharomah, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di RA. Melalui pendekatan yang lembut dan menyenangkan, nilai-nilai agama diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri anak sejak dini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa PPL PIAUD IAINU Tuban yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Peringatan Isra’ Mi’raj di RA Hidayatun Najah menjadi bukti bahwa pendidikan Islam tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang kaku. Dengan sentuhan kreativitas, keteladanan, dan kebersamaan, nilai-nilai keislaman dapat hadir sebagai cahaya yang menerangi langkah anak-anak dalam mengenal Tuhannya.
Dari ruang kelas sederhana itulah, cinta kepada shalat mulai ditanamkan sebagai bekal iman yang kelak akan tumbuh dan menguat seiring perjalanan hidup mereka.
Penulis: Ummidlatus Salamah dan Anikmah
Editor : Ahmad AY



