Dari Palestina Untuk Dunia: Makna di Balik All Eyes On Rafah
Belum lama ini muncul trend ‘All Eyes on Rafah’ yang ramai di segala lini digital platform, di mana setiap orang berusaha menyuarakan dan menyebarkan setiap postingan ataupun story yang berhubungan dengan slogan ‘All Eyes on Rafah’. Sebenarnya apa ‘All Eyes on Rafah’ itu?
Pengertian
‘All Eyes on Rafah’ adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang situasi kemanusiaan dan konflik yang terjadi di sebuah daerah bernama Rafah. Rafah merupakan sebuah kota di Jalur Gaza yang berbatasan dengan Mesir yang menjadi pelabuhan terakhir bagi warga Palestina untuk menetap.
Gerakan ini berfokus pada beberapa tujuan dan aktivitas utama, yakni: menyebarluaskan informasi tentang kondisi di Rafah melalui berbagai platform, termasuk media sosial, website, dan kampanye global. Gerakan ini berkomitmen untuk memberikan suara kepada pemerintah, atau bahkan dunia yang tidak mendengar dan memastikan bahwa perhatian seluruh manusia tertuju pada krisis yang terjadi di Rafah, dengan harapan dapat memicu perubahan positif dan bantuan nyata bagi mereka yang terkena dampak.
Salah satu bentuk gerakan ‘All Eyes on Rafah’ adalah dengan ramai – ramai memboikot produk – produk yang pro zionis. Bukan hanya itu, bahkan para netizen di Indonesia tidak segan – segan untuk memboikot artis – artis yang sudah terverifikasi menjadi Brand Ambassador produk pro Israel ataupun artis yang mendukung genosida Israel. Seperti halnya fandom NCT yang sering kita sebut NCTzen yang beberapa hari lalu viral karena aksi boikotnya, mereka terkenal dengan fandom yang sangat kuat akan tetapi mereka dengan berani dan memboikot artis mereka dengan tujuan kemanusiaan.
Munculnya Gerakan ‘All Eyes on Rafah’ ini didasari oleh penyerangan Israel di Kawasan Rafah, yang merupakan wilayah terakhir warga Palestina yang lagi – lagi tidak sedikit memakan korban jiwa. Israel memberikan statement bahwa kejadian tersebut merupakan ketidaksengajaan. Akan tetapi jika hal tersebut merupakan ketidaksengajaan, mengapa pola kejadiannya terus menerus sama, menggambarkan ketidakkonsistenan Israel dalam ucapan dan perilakunya.
Peristiwa ini bukan hanya perang biasa, akan tetapi sudah berada dalam tahap genosida, pembantaian besar – besaran secara sistematis telah terjadi di sana, sebagai buktinya yaitu Israel mengumpulkan warga Palestina menjadi satu dan berusaha melenyapkan mereka semua dengan cara memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi ke wilayah – wilayah yang mereka tentukan.
Tentang Rasa Kemanusiaan
Jika ada yang bertanya mengapa kita harus berkontribusi dalam Gerakan ‘All Eyes on Rafah?’ Maka jawabannya adalah karena ini bukan lagi tentang peperangan antar negara tapi tentang rasa kemanusiaan yang harus ditegakkan keadilannya. Tidak perlu menjadi muslim untuk prihatin atas apa yang terjadi di Palestina, karena yang terjadi di sana bukan hanya isu agama dan perdebatan wilayah kekuasaan tapi tentang kepentingan politik, ekonomi, serta ego manusia yang tidak mau kalah.
‘All Eyes on Rafah’ membuka mata kita bahwa dunia harus bersuara, bertindak dan menjunjung tinggi nilai keadilan, kebenaran pasti akan datang dan kebatilan pasti akan lenyap sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra’:81
وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا
“Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.”
Mari berpikir logis dan waras untuk dapat melihat penderitaan saudara – saudara kita di Palestina. Semoga kemerdekaan berpihak kepada mereka yang tidak pernah menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang besar sehingga mereka tidak takut akan kematian. Seperti halnya potongan do’a Rasulullah SAW ولا تجعل الدنيا أكبر همنا ( dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai impian terbesar kami ).
Wallahua’lam Bisshowab.
Penulis: Zaidatur Rizqiyah
Editor: Musa Al Kahfi