Seruan Kemanusiaan dari International Day of Solidarity with the Palestinian People

Tanggal 29 November diperingati sebagai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina atau International Day of Solidarity with the Palestinian People. Perayaan ini ada sejak tahun 1978 berdasarkan seruan Majelis Umum PBB yang menetapkannya sebagai perayaan tahunan terhadap resolusi pembagian Palestina atau Rencana Pemisahan atau Resolusi 181. Perencanaan tersebut bertujuan untuk mendirikan Negara Arab dan Negara Yahudi, dan diadopsi pada tahun 1947.
Hari Solidaritas Internasinal ini menjadi seruan kepada seluruh komunitas internasioal agar mendukung penuh dan memusatkan perhatiannya terhadap kenyataan yang sedang berlangsung. Palestina belum mendapatkan hak–haknya, terutama hak asasi manusia, kemerdekaan, serta hak-hak lain di mana penjajah telah mengambilnya secara sewenang-wenang. Seluruh dunia harus membuka mata dan memihak kepada kebenaran dengan kesadaran penuh serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Baca juga: 8 Ribu Warga Palestina Terima Manfaat Bantuan Kemanusiaan dari NU Peduli
Bentuk Peringatan Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina
UNESCO menyatakan bahwa sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina, maka dalam peringatan Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina tahun ini, mereka mengadakan sebuah pameran bertajuk “Palestina – Tanah dengan Rakyat”. Organisasi internasional tersebut meresmikan perayaan ini pada tanggal 29 November 2023, tepatnya di lobi pengunjung UNHQ, New York, hingga 8 Januari 2023.
Pameran ini memperingati Nakba Palestina yang berarti malapetaka. Nakba merupakan sebuah peristiwa traumatis selama perang Arab-Israel tahun 1948. Saat itu, lebih dari separuh rakyat Palestina pergi atau meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi. Pameran ini menampilkan foto, video, dan karya seni yang menggambarkan berbagai episode perjalanan Palestina sebelum, selama, dan setelah Nakba.
Pameran tersebut dapat menjadi pengingat bahwa hingga saat ini hampir 6 juta warga Palestina masih menjadi pengungsi dan menyebar di seluruh wilayah. Ratusan ribu pengungsi ini mengalami pengungsian tambahan sementara ribuan lainnya terbunuh selama perang Gaza tahun 2023. Sekretaris Jenderal PBB menggambarkan situasi ini sebagai “bencana kemanusiaan”.
Baca juga: Brigade Hassan Bin Tsabit: Bukti Jihad Fi Sabilillah Melalui Media Sosial
Selain itu Direktur Jendral UNESCO, Aundrey Azoulay, juga turut bersuara. Katanya, “Setiap tahun, Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina memberikan kesempatan bagi komunitas Internasional untuk menunjukkan dukungannya terhadap impian rakyat Palestina akan masa depan yang damai.” Dengan begitu terlihat jelas bahwa siapapun dapat menyuarakan kebenaran tanpa terkecuali demi terciptanya kedamaian dunia.
Penulis: Zaidatur Rizqiyah
Editor: Alifa Zainar Naasha



