BeritaNasional

Setelah 3 Tahun Virtual Karena Pandemi, UPKM JDFI Pusat Mahad Al-Jamiah Kembali Menyelenggarakan MUFI ke-9 Secara Offline

Unit Pengembangan Kreatifitas Mahasantri (UPKM) JDFI atau merupakan singkatan dari Jam’iyyah Dakwah Wa Al-Fann Al-Islamy, tahun ini kembali menyelenggarakan event Musabaqah Funuun Islamiyah (MUFI). Kegiatan berlangsung dari hari Kamis sampai dengan Ahad, 9-12 Maret 2023 yang bertempat di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Event ini merupakan event tahunan UPKM JDFI, dan pada tahun ini MUFI sudah menginjak yang ke-9 kalinya. Dengan mengusung tema “Memancarkan Eksistensi Seni Islami di Tengah Tantangan Era Society 5.O”, event MUFI tahun ini diadakan secara offline setelah tiga tahun sebelumnya dilaksanakan secara online akibat pandemi Covid-19, tepatnya di tahun 2020, 2021, 2022.

Dalam event ini terdapat 5 cabang lomba, diantaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), Musabaqah Khattid Diwani (MKD), Ghina Aroby, dan Festival Banjari. Tidak kurang dari 500 peserta ikut berpartisipasi pada rangkaian acara MUFI ke-9 ini, baik sebagai peserta lomba, panitia maupun tamu undangan.

Baca juga:Memahami Bahasa Santri dengan Teori Humanistik

Untuk memeriahkan acara, panitia sponsorship juga menyediakan stand bazar kuliner disekitar lokasi perlombaan untuk jajanan para peserta lomba maupun mahasiswa yang ikut menyaksikan perlombaan. Dan setelah penutupan acara, ada kegiatan talkshow inspiratif yang masih merupakan serangkaian acara MUFI-9 dengan mengundang 2 Guest Star yaitu Ustadz M. Atiatul Muqtadir dan Ustadzah Illiyya Fairuz dengan ditemani oleh moderator Kak Arin.

Event 4 hari ini berlangsung sukses dan meriah, Ustadz Ahmad Izuddin, M.Hi selaku pembina UPKM turut menyampaikan apresiasi kepada para panitia penyelenggara MUFI-9 ini. “Event dengan skala nasional seperti ini tentu bukanlah hal yang mudah, karena itu mari kita berikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan ini.” Ucapnya pada acara penutupan MUFI-9 di Aula Rektorat UIN Malang lantai 5.

Pewarta: Zalaluddin Assabti

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *